Standar analisis belanja dalam pengeluaran pemerintah daerah tahun anggaran 2003 :: Studi kasus pada Program Intensifikasi penerimaan PAD DIPENDA Provinsi Sulawesi Utara
SUMILAT, Ellen Hartibi, Dr. Samsubar Saelh, MSoc.Sc
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menghitung pengeluaran pemerintah daerah dalam pelaksanaan program intensifikasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara tahun anggaran 2003 dengan mengacu pada pengembangan Model Standar Analisis Belanja (SAB). Hal-hal dimaksud yaitu; penentuan biaya rata-rata, Standar Analisis Belanja untuk mencapai nilai-nilai kewajaran dan mampu meningkatkan kinerja keuangan daerah serta mengetahui kebutuhan anggaran belanja yang wajar sesuai dengan beban kerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara tahun anggaran 2003. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada formula yang dikembangkan PAU SE-UGM yakni; biaya rata-rata, Standar Analisis Belanja dan kebutuhan anggaran belanja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tahun anggaran 2003 program intensifikasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdapat 8 aktivitas/kegiatan. Dari 8 aktivitas/kegiatan yang dilaksanakan kegiatan intensifikasi pendapatan daerah (PATDA) menduduki tempat teratas dalam hal kebutuhan biaya untuk setiap 1 kali pelaksanaan kegiatan dengan biaya rata-rata sebesar Rp344.415.282,05 target kinerja 39 kegiatan, urutan kedua adalah kegiatan pengembangan/pemeliharaan sistem komputerisasi samsat biaya rata-rata sebesar Rp30.720.000,00 dengan target kinerja 5 unit komputer, sedangkan aktivitas/kegiatan yang membutuhkan biaya paling sedikit untuk setiap 1 kali pelaksanaan kegiatan adalah razia kendaraan bermotor (PKB/BBN-KB) dengan biaya rata-rata hanya sebesar Rp988.392,86 target kinerja 56 hari kerja. Hasil perhitungan Standar Analisis Belanja menunjukkan bahwa kegiatan intensifikasi PATDA memperoleh Standar Analisis Belanja tertinggi sebesar Rp1.342.196.000,00 diikuti kegiatan pemungutan pajak dan retribusi sebesar Rp256.195.000,00 dan yang mendapat SAB terendah adalah kegiatan inventarisasi potensi pajak dan retribusi dalam rangka pemutahiran data Standar Analisis Belanja sebesar Rp15.885.000,00. Dari hasil perhitungan kebutuhan belanja program intensifikasi penerimaan PAD diketahui bahwa ada 7 kegiatan yang mengalami overfinancing dan 1 kegiatan mengalami underfinancing. Secara umum kebutuhan belanja Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara untuk program Intensifikasi Penerimaan PAD tahun anggaran 2003 sebesar Rp1.942.781.800,00 sedangkan realisasi anggaran belanja tahun 2003 sebesar Rp2.092.718.300,00 berarti, terjadi overfinancing (kelebihan anggaran) sebesar Rp149.936.500,00 atau 7,16% dari total realisasi anggaran
The aim of this research is to measure and calculate local government expenditure of the Local Revenue Office of Sulawesi Utara Province in the implementation of intensification program on local revenue collection of the fiscal year 2003 in conjunction with the model of standard spending assessment. Accordingly, this research will result in expenditure rate assessment, standard spending assessment which allows feasibility and motivates a better performance of the local treasury, and the feasibility of the budget necessities. This research makes use of the secondary data of the fiscal year of 2003 available at the Local Revenue Office of Sulawesi Utara Province. The analysis used in this research refers to the formula developed by PAU SE-UGM such as cost rate, standard spending assessment, and budget necessities. This research focuses on 8 activities related to the intensification program on local revenue collection of the fiscal year 2003. From which local revenue intensification ranks first in rate expense for 39 activities with each cost of Rp344.415.282,05. The second rank belongs to the development and maintenance of computerization in the samsat service with the rate expense of Rp30.720.000,00 for 5 units of computer. Whereas the activity with the least rate cost is vehicle inspection/check by the police with the rate expense of Rp988.392,86 for 56 effective days. The local revenue intensification results in the highest standard spending assessment of Rp1.342.196.000,00, followed by tax and fee collection of Rp256.195.000,00. Whereas the lowest standard spending assessment is found in the data collection and updating of tax and fee payers of Rp15.885.000,00. From the result of the budget necessity of the intensification program on local revenue collection, findings are as 7 activities with overfinancing and 1 activity with underfinancing. In general the estimated budget of the Local Revenue Office of Sulawesi Utara Province for the intensification program on local revenue collection for the fiscal year 2003 is Rp1.942.781.800,00, while the realization falls into Rp2.092.718.300,00 accordingly, there is an overfinancing of Rp149.936.500,00, or 7,16% from the total budget realization.
Kata Kunci : Perencanaan Anggaran,Belanja Daerah