Hubungan Antara Ekspresi Leukocyte Cell-Derived Chemotaxin-2 (LECT2) Terhadap Ekspresi Alpha-Smooth Muscle Actin (?-SMA) Pada Pasien Atresia Bilier Pasca Operasi Kasai
Muhammad Wildan Zain, Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K) ; dr. Nunik Agustriani Sp.B, Sp.BA(K)
2024 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah Anak
Latar Belakang: Atresia bilier (AB) merupakan kelainan neonatal yang progresif, menyebabkan fibrosis liver dengan mekanisme yang belum diketahui secara pasti. Mekanisme fibrosis liver pada kasus AB diduga melibatkan jalur kompleks termasuk LECT2 yang memodulasi TGF-?, yang berperan dalam ekspresi ?-SMA. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekspresi LECT2 terhadap ekspresi ?-SMA pada pasien AB pasca operasi Kasai di RSUP Dr. Sardjito.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Analisis ekspresi ?-SMA dan LECT2 berdasarkan qPCR dari sampel liver pasien AB dan kontrol dilakukan dengan metode Livak dan uji T independen. Hubungan antara ekspresi LECT2 dengan ?-SMA diteliti menggunakan regresi linier.
Hasil: Pada penelitian ini, ditemukan perbedaan yang signifikan pada ekspresi ?-SMA pada kelompok AB dengan kelompok kontrol (?CT= 5,85 ± 5,68 vs 10,48 ± 4,03, p=0,031). Terdapat hubungan yang signifikan antara ekspresi LECT2 dengan ?-SMA pada kelompok AB dengan r=0.503, R2= 0,253, F(172,854, 510,775)=7,784, p=0,01. Tingkat fibrosis dan usia saat operasi ditemukan berhubungan signifikan dengan ekspresi ?-SMA (p=0,007 dan 0,016), sementara tipe atresia bilier dan jenis kelamin tidak ditemukan berhubungan signifikan dengan ekspresi ?-SMA pada populasi penelitian ini dengan p=0,135 dan 0,990.
Kesimpulan: Terdapat peningkatan ekspresi ?-SMA pada pasien AB dibandingkan dengan kontrol yang ditemukan berhubungan signifikan dengan ekspresi LECT2. Hubungan ekspresi ?-SMA dengan luaran dari pasien AB dapat diteliti lebih lanjut pada penelitian selanjutnya untuk melihat aplikabilitas dan fungsi marker tersebut
Background: Biliary atresia (BA) is a progressive neonatal disorder leading to liver fibrosis through mechanisms that remain unclear. Liver fibrosis in BA is hypothesized to involve complex pathways, including LECT2 modulation of TGF-?, which plays a role in ?-SMA expression. This study aimed to analyze the influence of LECT2 expression on ?-SMA expression in BA patients post-Kasai portoenterostomy at RSUP Dr. Sardjito.
Methods: A cross-sectional study was conducted. Liver samples from BA patients and controls were analyzed for ?-SMA and LECT2 expression using qPCR, applying the Livak method and independent t-tests. The relationship between LECT2 and ?-SMA expression was evaluated using linear regression.
Results: A significant difference in ?-SMA expression was observed between the BA and control groups (?CT= 5.85 ± 5.68 vs. 10.48 ± 4.03, p=0.031). LECT2 expression was significantly correlated with ?-SMA expression in the BA group (r=0.503, R²=0.253, F(172.854, 510.775)=7.784, p=0.01). Fibrosis grade and age at surgery were significantly associated with ?-SMA [removed]p=0.007 and p=0.016), while biliary atresia type and sex were not (p=0.135 and p=0.990).
Conclusion: Increased ?-SMA expression in BA patients was significantly correlated with LECT2 expression. Further research is needed to evaluate the clinical applicability and functional role of these markers in BA outcomes.
Kata Kunci : Atresia bilier, LECT2, ?-SMA, ekspresi gen, Biliary atresia, LECT2, ?-SMA, gene expression