Pengembangan wilayah pesisir sebagai pusat pertumbuhan di Kabupaten Lampung Barat
NUGROHO, Arief, Prof.Dr. Prasetyo Soepono, MA.,MBA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mengembangkan wilayah pesisir sebagai pusat pertumbuhan di Kabupaten Lampung Barat dengan kajian permasalahan, pertama: mengidentifikasi kecamatan-kecamatan di wilayah pesisir yang dapat dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Barat; kedua, mengetahui interaksi antara kecamatan-kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan kecamatan-kecamatan sebagai pendukung (hinterland); ketiga, mengetahui komoditas unggulan yang dimiliki kecamatankecamatan di wilayah pesisir; keempat, mengetahui apa saja potensi yang dimiliki dalam mendukung wilayah pesisir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah pertama, analisis Scalogram, kedua, analisis gravitasi, ketiga, analisis Location Quotient (LQ), dan keempat, analisis potensi daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data fasilitas ekonomi, fasilitas sosial dan fasilitas pemerintahan, jumlah penduduk, jarak antarkecamatan, dan perkembangan PDRB Kabupaten Lampung Barat 1996- 2001. Kemudian data produksi komoditas dominan sektor pertanian tiap kecamatan di wilayah pesisir Kabupaten Lampung Barat tahun 2002. Hasil perhitungan dengan scalogram diketahui terdapat dua kecamatan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan di wilayah pesisir Kabupaten Lampung Barat, yaitu Kecamatan Pesisir Tengah dan Kecamatan Bengkunat. Adapun yang menjadi hinterland dari Kecamatan Pesisir Tengah adalah Kecamatan Pesisir Utara, Lemong, Karya Penggawa, dan Pesisir Selatan (sebagian). Untuk Kecamatan Bengkunat yang menjadi hinterland-nya adalah Kecamatan Pesisir Selatan (sebagian) dan sebagian wilayah Kecamatan Semaka dan Wonosobo di Kabupaten Tanggamus. Setiap wilayah pusat-pusat pertumbuhan didukung oleh wilayah pengembangan dengan komoditas dominan yang dapat dikategorikan sebagai komoditas andalan. Untuk pusat pertumbuhan Kecamatan Pesisir Tengah dan wilayah pengembangannya memiliki komoditas dominan, yaitu padi, sapi, lada, dan kelapa dalam. Pusat pertumbuhan Kecamatan Bengkunat dengan wilayah pengembangannya memiliki komoditas dominan yaitu, sawit, lada, dan kelapa dalam. Selain itu, wilayah pesisir memiliki sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan, yaitu, potensi kelautan, hasil hutan, dan pariwisata. Namun demikian untuk pengembangannya dibutuhkan infrastruktur wilayah yang memadai, terutama untuk infrastruktur transportasi, energi, dan telekomunikasi.
This research aims to analyze how to develop a coastal region as a growth centre in West Lampung Regency. There are four focuses in this study: first, identify the district that potentially become a growth centre; second, to determine interaction between the district as a growth centre and its hinterlands, third, to identify dominant commodity that can play as a basic commodity; fourth, to identify supporting resources that can use to generate the economy growth. In analyzing this, the tools utilized are scalogram analysis, gravitation analysis, location quotient analysis, and local resources analysis. Secondary data are used in this research, such as economic facilities, social facilities, government facilities, population, the distance between districts, the gross domestic regional product of the West Lampung regency growth 1996-2001, and output of dominant commodities in the farming sector of each district in West Lampung coast region in 2002. The scalogram analysis identified two districts that potentially become growth centres, that is Pesisir Tengah and Bengkunat. Both of districts have hinterlands. The hinterlands of Pesisir Tengah are Pesisir Utara, Lemong, Karya Penggawa, and part of Pesisir Selatan district. Bengkunat has hinterland such as part of Pesisir Selatan and part of Semaka and Wonosobo districts in the Tanggamus regency. Each growth centres and hinterlands have basic commodities. Pesisir Tengah and its developing regions have paddy, cow, pepper, and coconut as basic commodities. Bengkunat and its developing regions have palm, pepper, and coconut as basic commodities. Besides that, the coastal region have much natural resources such as ocean, forestry, and tourism potency that can be developed. There are good infrastructures, especially transportation, power electricity, and telecommunication needed to develop the West Lampung coastal region as a growth centre.
Kata Kunci : pusat pertumbuhan, komoditas andalan, infrastruktur, growth centre, basic commodities, infrastructures