Identifikasi Molekuler dan Kelangsungan Hidup Bakteri Endofit pada Pisang Cavendish
Odilia Catra Paramita, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.; Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.
2024 | Tesis | S2 Bioteknologi
Pisang adalah salah satu komoditas penting di Indonesia. Blood disease banana yang disebabkan oleh Ralstonia syzygii subsp. celebesensis merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kerugian besar terhadap produksi pisang. Akan tetapi, penggunaan antibiotik dalam mengatasi masalah ini akan menyebabkan masalah lain seperti pencemaran lingkungan, resistensi, dan menganggu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif lain dengan menggunakan bakteri endofit yang tidak berbahaya bagi tanaman pisang dan tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri endofit untuk berkembang di dalam tanaman pisang cavendish untuk mencegah infeksi penyakit darah pisang yang disebabkan oleh Ralstonia syzygii subsp. celebesensis secara efektif dan efisien Penelitian ini menggunakan bakteri koleksi Laboratorium Bakteriologi Fakultas Pertanian UGM H2, H5, dan B-27 yang diisolasi dari batang pisang kepok serta bawang merah, dan diinokulasikan ke bunga serta buah pisang cavendish. Hasil sekuensing dengan target gen 16S rRNA menunjukkan bahwa H2 dan H5 berkerabat dekat dengan Stenotrophomonas maltophilia. Inokulasi bakteri dilakukan dengan metode semprot bunga dan injeksi buah pisang. Berdasarkan hasil PCR dan gel elektroforesis, bakteri H2 dan H5 mampu bertahan di buah pisang cavendish selama dua minggu sementara B-27 tidak mampu bertahan di buah pisang cavendish.
Banana is one of the most important commodities in
Indonesia. Blood disease banana caused by Ralstonia syzygii subsp. celebesensis
is one of the diseases that can cause huge losses in banana production.
However, the use of antibiotics in managing this problem will cause other
problems such as environmental contamination, resistance, and affect plant
growth. Therefore, it is necessary to find other alternatives by using
endophytic bacteria that are harmless to banana plants and do not affect plant
growth. This study aims to determine the ability of endophytic bacteria to
survive in cavendish banana plants to prevent infection with banana blood
disease caused by Ralstonia syzygii subsp. celebesensis
effectively and efficiently. This study used bacteria from the collection of
Bacteriology Laboratory of Faculty of Agriculture UGM H2, H5, and B-27 which
were isolated from kepok banana stem also shallot, and inoculated into
cavendish banana flowers and fruits. Sequencing results with 16S rRNA gene
target showed that H2 and H5 are closely related to Stenotrophomonas
maltophilia. Bacterial inoculation was performed by flower spray and banana
fruit injection methods. Based on PCR and gel electrophoresis results, H2 and
H5 bacteria were able to survive in cavendish banana fruit for two weeks while
B-27 was not able to survive in cavendish banana fruit.
Kata Kunci : Bakteri Endofit, Pisang Cavendish, Manajemen Biologi, Produktivitas Tanaman, Ralstonia syzygii subsp. celebesensis