Kebutuhan pinjaman daerah Kabupaten Indragiri Hilir dalam mendukung pembangunan daerah
JUNAIDI, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi serta perkembangan penerimaan dan belanja serta kemampuan Kabupaten Indragiri Hilir dalam melakukan pinjaman daerah. Penelitian ini juga memproyeksikan kemampuan keuangan Kabupaten Indragiri Hilir dalam melakukan pinjaman. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data anggaran dan realisasi pendapatan serta belanja daerah Kabupaten Indragiri Hilir tahun 1999/2000 – 2003. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kontribusi dan pertumbuhan, analisis kemampuan pinjaman daerah, dan analisis proyeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata total pendapatan daerah Kabupaten Indragiri Hilir selama periode penelitian adalah sebesar Rp267.374.103.624. Analisis kontribusi menunjukkan bahwa rata-rata kontribusi pendapatan dari sumbangan dan bantuan adalah yang tertinggi sebesar 44,92 persen. Analisis pertumbuhan menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan dari bagi hasil pajak dan bukan pajak menunjukkan yang paling besar yaitu 196,56 persen. Kontribusi terbesar komponen belanja wajib daerah adalah pada belanja rutin sebesar 69,65 persen. Pertumbuhan belanja wajib daerah secara rata-rata 53,67 persen dengan pertumbuhan terbesar adalah pada belanja pembangunan daerah sektor pembangunan daerah yaitu 300,41 persen. Jumlah maksimum pinjaman secara rata-rata selama periode penelitian tahun 1999/2000 sampai dengan tahun 2003 adalah sebesar Rp156.375.852.783 dengan kecenderungan peningkatan secara terus-menerus. Hasil analisis proyeksi dana netto menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya tahun, maka semakin bertambah pula nilai dana netto daerah Kabupaten Indragiri Hilir. Apabila tahun bertambah sebesar 1 tahun, maka diikuti dengan peningkatan pada dana netto daerah sebesar Rp48.218.810.344. Hasil analisis proyeksi batas maksimum pinjaman menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya tahun, maka semakin bertambah pula nilai batas maksimum pinjaman. Apabila tahun bertambah sebesar 1 tahun, maka diikuti dengan peningkatan batas maksimum pinjaman sebesar Rp64.768.482.274. Hasil-hasil analisis proyeksi dengan menggunakan metode trend linier menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan kenaikan baik dalam jumlah dana netto maupun dalam batas maksimum pinjaman.
This research attempted to analyze the contribution and growth of income and expenditure and the capability of Indragiri Hilir Regency in local debt. This research also projected the financial capability of Indragiri Hilir in local debt. The object of this research was Indragiri Hilir Regency. The data used in the research were time series data (secondary data) consisting of the regional income and expenditure budget and realization of Indragiri Hilir Regency in the year 1999/2000 – 2003. The analysis method applied in this research were contribution and growth analysis, local debt capability analysis, and projection analysis. The findings of this research indicated that the average of Indragiri Hilir Regency local income during research period was Rp267.374.103.624. Contribution analysis showed that the income from higher government contribution is the highest, i.e. 44.92 percent. Growth analysis showed that the income from tax and non-tax is the highest, i.e. 196.56 percent. The highest contribution of obligatory expenditure is in routine expenditure, i.e. 69.65 percent. The growth of obligatory expenditure on average was 53.67 percent and the highest was in development expenditure of local development sector, i.e 300.41 percent. Total maximum debt on average during research period of 1999/2000 until 2003 was Rp156,375,852,783 and the trend was increasing. Projection analysis of net fund showed that the more year, the more local net fund of Indragiri Hilir Regency. If the year increased 1 year, there was an increase of local net fund as Rp48,218,810,344. Projection analysis result of debt maximum limit showed that the more year, the more debt maximum limit of Indragiri Hilir Regency. If the year increased 1 year, there was an increase of debt maximum limit as Rp64,768,482,274. The result of projection analysis using linear trend method showed that there was increasing trend in net fund and debt maximum limit.
Kata Kunci : Pembangunan Daerah,Kebutuhan Pinjaman Daerah