KONSEP AUTENTIK DIRI PERILAKU FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA DALAM PERSPEKTIF SøREN AABYE KIERKEGAARD
DAMAR ADJIE SAPUTRA, Sri Yulita Pramulia Panani, S.Fil., M.Phil.; Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si.
2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Latar belakang penelitian ini adalah mengenai perilaku remaja yang dipengaruhi ketakutan oleh kondisi sosial sebagai fenomena masa kini, yakni Fear of Missing Out. Kondisi ini memunculkan kepalsuan diri terhadap perilaku remaja. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Fear of Missing Out pada remaja dan juga menganalisis Fear of Missing Out dalam konsep autentik diri melalui pandangan Søren Aabye Kierkegaard.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian ini melalui beberapa tahap yaitu, perencanaan, klasifikasi data dengan sumber kepustakaan, analisis data dengan faktual penelitian dan penyajian data hasil penelitian sesuai kaidah penelitian skripsi. Adapun dalam analisis hasil melibatkan unsur-unsur metodis seperti deskripsi, interpretasi, koherensi, dan holistik.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, sesuatu yang melatarbelakangi secara filosofis munculnya Fear of Missing Out karena terdapat peran persepsi dan peran inklusi. Persepsi menyebabkan informasi yang diterima oleh remaja tidak selalu sesuai dengan keadaan realita dan inklusi menyebabkan remaja terbelenggu oleh kelompok-kelompok sosial yang menghilangkan nilai-nilai pribadi remaja itu sendiri. Selain itu, adanya faktor pendorong terjadinya Fear of Missing Out, seperti terbelenggu rasa takut; hadir ketidakyakinan pada individu; hilang fokus dalam diri individu; dan teknologi dan media sosial. Kedua, Fear of Missing Out merupakan tindakan remaja yang tidak autentik karena menjadikan kerumunan dan kepalsuan diri sebagai unsur terbelenggunya dalam menunjukkan nilai-nilai pribadi. Pendapat Kierkegaard bahwa tindakan autentik adalah individu yang menjalankan empat unsur keautentikan diri, seperti kebenaran subjektif, menjadi individu yang keheningan, pengorbanan diri, dan implementasi kebebasan. Oleh karena itu, agar remaja memiliki pribadi yang autentik harus dikembangkan sesuai dengan pemahaman konsep autentik diri Kierkegaard.
The
background of this research is about adolescent behavior that is influenced by
fear of social conditions as a contemporary phenomenon, namely Fear of Missing
Out. This condition gives rise to self-falsification of adolescent behavior.
The purpose of this study aims to determine the behavior of Fear of Missing Out
in adolescents and also analyze Fear of Missing Out in the concept of authentic
self through the views of Søren Aabye Kierkegaard.
This
research uses descriptive qualitative research methods. The stages of this
research go through several stages, namely, planning, data classification with
literature sources, data analysis with factual research and presentation of
research data according to thesis research rules. The analysis of the results
involves methodical elements such as description, interpretation, coherence,
and holistic.
The
results achieved in this study are first, something that is philosophically
behind the emergence of Fear of Missing Out because there is a role of
perception and the role of inclusion. Perception causes the information received by adolescents to not always match the state of reality and inclusion
causes adolescents to be shackled by social groups that eliminate the personal
values of adolescents themselves. In addition, there are factors that encourage
the occurrence of Fear of Missing Out, such as being shackled by fear; present
uncertainty in individuals; loss of focus in individuals; and technology and
social media. Secondly, Fear of Missing Out is an inauthentic teenage action
because it makes the crowd and false self as an element of being shackled in
showing personal values. Kierkegaard's opinion that authentic actions are
individuals who carry out four elements of self-authenticity, such as
subjective truth, being a silent individual, self-sacrifice, and the
implementation of freedom. Therefore, in order for adolescents to have an
authentic personality, it must be developed in accordance with the
understanding of Kierkegaard's concept of authentic self.
Kata Kunci : Autentik Diri Kierkegaard, Fear of Missing Out, Remaja, Ketakutan