Identifikasi faktor-faktor penghambat upaya peningkatan pendapatan asli daerah Kota Pekanbaru
MIKO, Megah, Dr. B.M. Purwanto, MBA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanMasalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apakah yang menghambat upaya peningkatan pendapatan asli daerah Kota Pekanbaru dan bagaimana upaya peningkatan pendapatan asli daerah Kota Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan pendapatan daerah dan pendapatan asli daerah, mengetahui struktur hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mengetahui elastisitas pendapatan asli daerah, dan mengevaluasi beberapa aspek kekuatan, kelemahan, hambatan dan peluang dalam peningkatan pendapatan asli daerah guna penentuan strategi peningkatan pendapatan asli daerah Kota Pekanbaru. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari APBD Kota Pekanbaru tahun anggaran 1998/1999 sampai dengan tahun anggaran 2002 serta Pekanbaru Dalam Angka Tahun 1998 sampai dengan 2002. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah, analisis kinerja, analisis elastisitas dan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa bagian pendapatan yang berasal dari pemerintah dan/atau instansi yang lebih tinggi mendominasi dalam struktur pendapatan daerah Kota Pekanbaru dengan rata-rata Rp.106.726.761.705,- atau kontribusi sebesar 67% terhadap total pendapatan. Pendapatan asli daerah hanya menunjukkan kontribusi rata-rata sebesar 13,14% terhadap total pendapatan daerah. Peran pajak daerah mendominasi dalam pendapatan asli daerah yaitu secara rata-rata sebesar 50,77%. Struktur hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal masih bersifat fluktuatif dengan kisaran antara 10,86% sampai dengan 16,45% yang menunjukkan masih rendahnya peran pendapatan asli daerah. Secara rata-rata derajat desentralisasi sumbangan dan bantuan adalah sebesar 58,33%. Nilai elastisitas secara rata-rata menunjukkan nilai sebesar 8,07 yang menunjukkan bahwa pertumbuhan rata-rata pendapatan asli daerah lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan pendapatan asli daerah berada pada situasi sangat menguntungkan, organisasi memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Berdasarkan analisis kualitatif, faktor penghambat yang ditemui adalah dapat dilihat dari sisi eksternal yang meliputi hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah di mana peran pemerintah pusat lebih mendominasi penerimaan daerah dan masih adanya kewenangan yang belum diserahkan kepada daerah dan secara internal yaitu adanya beragam masalah seperti belum tergalinya potensi riil pendapatan asli daerah.
The problem formulation of this research is what factors inhibiting the effort to increase the local original income in Pekanbaru City and how to increase the local original income in Pekanbaru City. This research attempts to analyze the development of local income and local original income, the structur of relationship between central and local government, elasticity of local original income and to evaluate the aspects of strength, weakness, opportunity and threat in increasing the local orginal income to determine the strategy increasing the local original income of Pekanbaru City. The data used in the research are primary and secondary data. The primary data is obtained by direct interviews with respondents. The secondary data is obtained from the APBD of Pekanbaru City in fiscal year 1998/1999 until 2002 and the Pekanbaru in number in 1998 until 2002. The analysis method applied in this research are financial relationship between cental dan local government analysis, performance analysis, elasticity analysis and SWOT analysis. The analysis results show that the income from the higher government or institution dominate the local income structure in Pekanbaru City by the average of Rp106,726,761,705 or contribution of 67 percent to total income. The local original income only shows average contribution as 13.14 percent to local total income. The contribution of local tax dominate the local original income in average of 50.77 percenthe relationship structure of central and local government of Pekanbaru City shows that the fiscal desentralization degree is fluctuating in range of 10.86 percent to 16.45 percent. It shows a low contribution of local original income. In average, the desentralization of aid is 58.33 percent. The elasticity in average shows a value of 8.07. It shows that the average growth of local original income is higher than the Gross Regional Domestic Product growth. The SWOT analysis shows that the management of local original income has a chance and strength, so it can use the opportunity. Based on qualitative analysis, the factors inhibiting are external factors including the financial relationship between central and local government in which central government dominate the local income and there’s also some authorities that is given to local, and internal factors including many problems faced by Pekanbaru City such as the real potential of local original income hasn’t been uncover yet.
Kata Kunci : PAD,Identifikasi Hambatan