Laporkan Masalah

Evaluasi kinerja pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tulang Bawang

ALMIYANDI, Muhammad Ari, Dr. Bambang Riyanto LS., MBA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan keuangan daerah pada sisi pendapatan dan sisi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulang Bawang dari Tahun Anggaran 1998/1999 sampai dengan Tahun Anggaran 2002. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data anggaran dan realisasi pendapatan, data anggaran dan realisasi belanja rutin serta data anggaran dan realisasi belanja pembangunan yang diperoleh dari Bagian Keuangan Sekretariat Kabupaten Tulang Bawang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis laju pertumbuhan, Derajat Desentralisasi Fiskal, rasio indikator kinerja pendapatan, belanja rutin dan belanja pembangunan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan target APBD selama penelitian secara rata-rata sebesar 42,07% dan realisasinya secara rata-rata sebesar 38,87%. Pada BHP/BP pertumbuhan targetnya rata-rata sebesar 109,14% dan realisasinya secara rata-rata sebesar 60,70%. Begitu pula dengan Sumbangan, Bantuan, DAU dan DAK yaitu pertumbuhan targetnya rata-rata sebesar 38,95% dan realisasinya secara rata-rata sebesar 36,41%. Pada indikator kinerja pendapatan asli daerah mencerminkan kinerja yang kurang baik, karena pencapaian realisasi kurang dari target yang telah ditetapkan yaitu secara rata-rata sebesar 73,89%. Dengan membandingkan realisasi BHP/BP dengan target BHP/BP, maka mencerminkan kinerja yang baik yaitu secara rata-rata sebesar 122,32%. Peranan Derajat Desentralisasi Fiskal Kabupaten Tulang Bawang adalah antara PAD dengan total penerimaan daerah secara rata-rata sebesar 3,37%, PAD termasuk BHP/BP dengan total penerimaan daerah secara rata-rata sebesar 14,22%, Sumbangan, Bantuan, DAU dan DAK dengan total penerimaan daerah secara rata-rata sebesar 85,78%, maka tingkat kemandirian keuangan daerah Kabupaten Tulang Bawang termasuk kategori kecil, di mana ketergantungan kepada pemerintah pusat sangat besar yaitu antara 85,78% hingga 96,63%. Indikator kinerja belanja daerah selama periode 5 (lima) tahun anggaran menunjukkan bahwa secara rata-rata 96,56%. Pada belanja rutin indikator kinerjanya sebesar 100,02%, sedangkan pada belanja pembangunan indikator kinerjanya sebesar 90,97%. Ini membuktikan bahwa kinerja belanja daerah mencerminkan kinerja yang bagus, di mana realisasi belanja daerah lebih kecil anggaran yang telah ditetapkan.

This research purposes to evaluate the performance of local financial management in analysis by evaluate income and expenditure side from APBD of local government of Tulang Bawang on time budget year periods 1998/1999 until 2002. The analysis method that used are secondary data which are budget data and income realization, budget data and routine expenditure realization, budget data and development expenditure realization obtained from financing and local financing management. The analysis method that used are growth analysis, Fiscal Decentralization analysis, ratio income performance indicator, routine expenditure and development expenditure indicator. The results of the research shows that average APBD growth is 42.07% and average realization 38.87%. In average growth of ratio of tax and non tax income target is 109.14% and average realization 60.70%. Ratio of donation, loan, DAU and DAK is average of growth target is 38.95% and average realization 36.41%. PAD performance indicator show reflected less good performance because average realization less than target is 73.89%. The comparation between the BHP/BP realization with BHP/BP target, so reflected good performance with average is 122.32%. Part of Fiscal Decentralization of local government of Tulang Bawang is average between PAD to total local income 3.37%, average PAD include BHP/BP to total local income 14.22%, average donation, loan, DAU and DAK to total local income is 85.78%, so local Fiscal Decentralization of Tulang Bawang included small category, to depend on central government is very high that is between 85.78% until 96.63%. The results from local expenditure performance indicator for 5 (five) years budget periods average 96.56%. Performance indicator of routine expenditure is 100.02%, according to performance indicator of development expenditure is 90.97%. This is proving that local expenditure performance reflected good performance, because local expenditure realization less than budget.

Kata Kunci : Keuangan Daerah,Kinerja Pengelolaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.