Kompleksitas Peran Buruh Perempuan dalam Pekerjaan dan Rumah Tangga
Ekky Aditya Riswanda Putra, Fina Itriyati, M.A. Ph.D
2024 | Skripsi | Sosiologi
Kehadiran industrialisasi mendorong perempuan untuk keluar dari ranah domestik dan ditarik ke dalam ranah publik sebagai pekerja. Keterlibatan perempuan dalam ranah publik salah satunya dapat dilihat di PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Sritex menjadi wadah bagi perempuan, baik lokal maupun migran untuk membantu perekonomian keluarga. Oleh karena itu, perempuan mengambil peran dengan bekerja untuk mencari nafkah tambahan. Meski demikian, perempuan tidak terlepaskan dari peran dan kedudukannya dalam kehidupan rumah tangga. Perempuan tetap dibebani dengan pekerjaan domestik di tengah kesibukannya sebagai buruh pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompleksitas peran buruh perempuan dalam pekerjaan dan keluarga serta strategi perempuan dalam menegosiasikan peran tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan rapid etnografi. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah feminisme kritis milik Nancy Fraser. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta kajian dokumen. Hasil penelitian ini sedikit banyak mengkomparasikan pengalaman buruh perempuan lokal dan migran untuk melihat kompleksitas peran keduanya dalam lingkup pekerjaan dan keluarga. Dalam lingkup pekerjaan, buruh perempuan lokal dan migran dihadapkan pada permasalahan yang sama, yakni berada dalam lingkaran eksploitasi, tekanan mental, dan minimnya perlindungan bagi buruh perempuan. Dalam lingkup keluarga, buruh perempuan dihadapkan pada permasalahan yang berkaitan dengan manajemen rumah tangga, pengasuhan anak, serta relasi suami dan istri. Buruh perempuan lokal lebih banyak menanggung beban fisik karena harus melakukan pekerjaan domestik setiap hari. Sementara, buruh perempuan migran lebih banyak menanggung beban psikis karena tinggal terpisah dengan keluarga sehingga mengalami konflik perasaan. Kapitalisme dan patriarki menjadi kesatuan yang melanggengkan praktik eksploitasi terhadap perempuan. Kapitalisme menjadikan perempuan sebagai alat produksi dengan sistem yang mengeksploitasi dan patriarki memberikan penindasan berganda atas status gendernya sebagai perempuan. Perempuan cenderung tunduk dengan sistem yang mengontrol perempuan dan berusaha menjalankan perannya dengan ikhlas. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pemenuhan ekonomi keluarga.
The presence of industrialization encourages women to leave the domestic sphere and be drawn into the public sphere as workers. One of the ways women are involved in the public sphere can be seen is at PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Sritex is a place for women, both local and migrant, to help the family economy. Therefore, women take on roles by working to earn additional income. However, women are not free from their roles and positions in domestic life. Women are still burdened with domestic work amidst their busy lives as factory workers. This study aims to determine the complexity of the role of female workers in work and family and women's strategies in negotiating these roles. This type of research is descriptive qualitative using a rapid ethnography approach. The theory used as an analytical tool is Nancy Fraser's critical feminism. Data collection was carried out through observation, interviews, and document studies. The results of this study more or less compare the experiences of local and migrant female workers to see the complexity of their roles in the scope of work and family. In the scope of work, local and migrant female workers are faced with the same problems, namely being in a circle of exploitation, mental pressure, and minimal protection for female workers. In the family sphere, female workers are faced with problems related to household management, childcare, and husband-wife relations. Local female workers bear more physical burdens because they have to do domestic work every day. Meanwhile, migrant female workers bear more psychological burdens because they live apart from their families, so they experience emotional conflict. Capitalism and patriarchy are a unity that perpetuates the practice of exploitation of women. Capitalism makes women a means of production with an exploitative system and patriarchy provides double oppression of their gender status as women. Women tend to submit to the system that controls women and try to carry out their roles sincerely. This is done as an effort to fulfill the family's economy.
Kata Kunci : Peran, Buruh Perempuan, Pekerjaan, Rumah Tangga, Eksploitasi