Pengabaian dan Pelanggaran Maksim Prinsip Kerja Sama dalam Tuturan Humor Sitkom So Not Worth It
SALSABILA KHULUKIN HASANAH, Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D
2024 | Skripsi | BAHASA KOREA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pengabaian dan pelanggaran maksim prinsip kerja sama serta mendeskripsikan jenis humor yang tercipta dalam tuturan humor sitkom So Not Worth It. Teori prinsip kerja sama milik Grice (1975), teori pengabaian dan pelanggaran maksim milik Cutting dan Fordyce (2021), serta tiga teori jenis humor digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan dalam sitkom So Not Worth It ditemukan tuturan humor yang mengabaikan dan melanggar prinsip kerja sama. Bentuk pengabaian maksim terdiri dari pengabaian maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Selanjutnya, bentuk pelanggaran maksim hanya terdiri dari pelanggaran maksim kualitas dan maksim relevansi. Dalam kaitannya dengan humor, pengabaian maksim menciptakan semua tiga jenis humor, yaitu humor ketidaksesuaian, superioritas, dan pembebasan. Sementara itu, pelanggaran maksim hanya menciptakan humor ketidaksesuaian dan superioritas. Humor pembebasan tidak ditemukan karena ketika melanggar maksim tokoh dalam sitkom tidak sedang melepaskan emosi atau ketegangan dengan mengatakan hal tabu.
Dalam sitkom So Not Worth It, humor ketidaksesuaian tercipta karena ekspektasi audiens dipatahkan oleh tuturan tokoh. Sementara itu, humor superioritas tercipta karena tuturan tokoh menyiratkan kemalangan, kebodohan, dan kesalahan yang dialami oleh tokoh itu sendiri maupun tokoh lain sehingga audiens merasa lebih unggul dari orang tersebut. Terakhir, humor pembebasan dalam sitkom ini tercipta ketika tuturan para tokoh mengandung pelepasan emosi dengan menggunakan kata tabu yang berhubungan dengan kotoran. Humor dalam sitkom So Not Worth It juga terbukti dapat tercipta karena dipengaruhi oleh latar belakang budaya dari para tokoh karena sitkom ini menceritakan kehidupan para mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara. Penelitian ini juga menemukan tuturan yang mengabaikan dan melanggar prinsip kerja sama dalam sitkom So Not Worth It dapat menciptakan lebih dari satu jenis humor secara bersamaan.
This study aimed to analyze how cooperative maxims are flouted and violated and to describe how the humor is created in humorous utterances in the sitcom So Not Worth It. Grice (1975)’s cooperative principle theory, Cutting & Fordyce (2021)’s flouting and violating maxim theory, and three humor theories are used in this research. This study used a descriptive-qualitative research method.
This study result shows there are humor utterances in the sitcom So Not Worth It that flouted and violated cooperative principle maxims. Flouting maxim consists of flouting maxim of quantity, quality, relevance, and manner. Furthermore, violating maxim only consist of violating maxim of quality and relevance. In relation to humor, flouting maxim created all three types of humor, which are incongruity, superiority, and release humor. Meanwhile, violating maxim created incongruity and superiority humor. Release humor could not be found because when violating the maxim, the sitcom’s characters did not release their emotions or tensions by saying taboo words.
In the sitcom So Not Worth It, incongruity humor is created as audience expectations are broken by the character’s utterance. Meanwhile, superiority humor is created because the utterances portray the character itself or other character’s misfortune, stupidity, or mistakes so the audiences feel more superior than that person. Lastly, release humor in this sitcom is produced when the character’s utterance contains elements of emotional or tensions release by using taboo words related to excreta. The humor in the sitcom So Not Worth It is also influenced by the character’s cultural backgrounds, as this sitcom tells the lives of international students coming from various countries. This study also found that the character’s utterances in the sitcom So Not Worth It which flout and violate the principle of cooperation could create more than one type of humor simultaneously.
Kata Kunci : pengabaian dan pelanggaran maksim prinsip kerja sama, humor ketidaksesuaian, humor superioritas, humor pembebasan, So Not Worth It