Laporkan Masalah

Potensi retribusi pelayanan kebersihan dan pengaruhnya terhadap PAD Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan Tahun 2002

WAHONO, Budi, Drs. Iswardono SP., MA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah bahwa pendapatan asli daerah terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, laba perusahaan milik daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Dari ke-empat komponen Pendapatan Asli Daerah tersebut ternyata komponen retribusi daerah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan merupakan salah satu jenis pungutan retribusi yang potensial untuk dikembangkan. Data yang digunakan berupa data sekunder dengan periode penelitian dari tahun anggaran 1998/1999 sampai dengan tahun anggaran 2002. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan tujuan utama adalah untuk mengetahui potensi retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah dengan menggunakan asumsi realisasi penerimaan 80%, 70%, 60% dan 50% serta dengan skenario berbagai perubahan kenaikan tarif. Alat analisis yang digunakan adalah perhitungan potensi dan kontribusi. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa selama tahun anggaran 2002 ternyata memiliki potensi retribusi pelayanan kebersihan dan persampahan sebesar Rp.434.973.000,-, sedangkan kontribusi yang bisa disumbangkan terhadap PAD dengan mengunakan perhitungan potensi apabila diasumsikan realisasi penerimaan 80% maka kontribusinya sebesar 5,04%, asumsi realisasi 70% kontribusinya sebesar 4,41%, asumsi realisasi penerimaan sebesar 60% kontribusnya sebesar 3,78%, dan dengan asumsi bahwa realisasi tercapai sebesar 50% kontribusi yang bisa diberikannya terhadap Pendapatan Asli Daerah adalah sebesar 3,15%. Demikian juga jika menggunakan skenario perubahan tarif, kontribusi yang bisa disumbangkan terhadap PAD bervariasi dari 5,34% sampai dengan 14,28%. Dari gambaran diatas terlihat bahwa penerimaan dari retribusi pelayanan kebersihan dan persampahan selama ini khususnya pada tahun anggaran 2002 yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih belum optimal. Hal tersebut karena belum adanya perhitungan potensi yang sebenarnya, sehingga kontribusinya terhadap PAD masih sangat minim.

According to UU No. 25/1999 about Financial Balancing between Central Government and Regional Government it’s said that Regional Original Income (PAD) consist of regional tax income, regional retribution income, regional-owned companies income and regional assets management income separated and other valid regional original income. Of these four Regional Original Income, it’s shown that regional retribution component has a significant contribution to the Regional Original Income (PAD) of Hulu Sungai Selatan Regency. Garbage Handling Service Retribution is one kind of potential to increase revenue. The study used secondary data in study period from 1998/1999 - 2002 fiscal year. This research is done in Hulu Sungai Selatan Regency, which main purpose is to analyze the real potency of Garbage Handling Service retribution and the contribution to the Regional Original Income (PAD) by using assumption realization the acceptance 80%, 70%, 60% and 50% and also with the various change scenario of tariff increase. Analyzer used by calculation of potency and contribution. Result of inferential analysis that during 2002 fiscal year on the reality own the potency of garbage handling service retribution is Rp.434.973.000,-, while contribution which can be rendered to PAD by riil potency if assumed a acceptance realization 80% is 5,04%, assumption realization 70% is 4,41%, assumption realization the acceptance 60% is 3,78%, and by assumption that realization reached is 50% contribution which can give of to PAD is 3,15%. And so do if using of tariff change scenario, contribution which can be rendered to PAD vary from 5,34% up to 14,28% From that description, its seen that acceptance from garbage handling service retribution during the this time, specially in the 2002 fiscal year exist in Hulu Sungai Selatan Regency is not yet optimal, because of not yet the existence of potency calculation which in fact, so that its contribution to PAD still very minimum.

Kata Kunci : PAD,Retribusi Kebersihan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.