Monitoring Persebaran Kekeringan Pertanian Menggunakan Metode Vegetation Health Index (VHI) Dengan Memanfaatkan Google Earth Engine (Studi Kasus : Kabupaten Lamongan Tahun 2019 - 2023)
AULIA' PUTRI SABITA, Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc.
2024 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Kekeringan
merupakan salah satu bencana alam yang cukup kompleks dengan dampak kerugian di
sektor pertanian yang menyebabkan penurunan produksi pangan. Kekeringan
diakibatkan oleh penurunan pasokan air tanah yang menyebabkan ketidakseimbangan
antara ketersediaan air dan kebutuhan penggunaan bagi mahluk hidup. Bencana kekeringan
pertanian turut melanda Kabupaten Lamongan yang merupakan salah satu daerah
penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Tujuan penelitian dalam upaya
meminimalisir dampak kekeringan pertanian dapat dilakukan dengan melakukan
monitoring melalui pemetaan persebaran kekeringan pertanian menggunakan metode
VHI di Kabupaten Lamongan tahun 2019 – 2023 serta memvisualisasikan data
persebaran kekeringan pertanian di Kabupaten Lamongan ke dalam Earth Engine
Apps.
Pemantauan
kekeringan pertanian dilakukan menggunakan citra Landsat 8 Collection 2 Tier 1
TOA Reflection serta Google Earth Engine sebagai komputasi awan dengan
menghitung nilai NDVI (Normalized Differentce Vegetation Index), LST (Land
Surface Temperature), VCI (Vegetation Condition Index), TCI (Temperature
Condition Index), untuk digunakan dalam algoritma VHI (Vegetation Health
Index). Nilai akurasi validasi di lapangan NDVI sebesar 83,33?n LST
memiliki korelasi kuat sebesar 0,811996. Sebaran kekeringan pertanian metode
VHI di Kabupaten Lamongan menghasilkan tiga kelas yaitu kelas kekeringan tinggi
(0 - 20), kelas kekeringan rendah (20 - 40), dan tidak ada kekeringan (>40).
Rerata indeks kekeringan VHI terendah pada tahun 2022 (66,407) dan rerata
kekeringan VHI tertinggi pada tahun 2019 (43,065). Pola persebaran terluas dari
kelas kekeringan tinggi di wilayah timur, kelas kekeringan rendah di wilayah
selatan dan barat, tidak ada kekeringan di wilayah tengah.
Peta
persebaran kekeringan pertanian pada tahun 2019 – 2023 di Kabupaten Lamongan
diseminasikan ke dalam bentuk Earth Engine Apps dengan tampilan split
map, panel, button, dan label. Uji usabilitas dari user menunjukkan nilai
rerata sangat baik yaitu 94,4% pengguna setuju pada aspek kemanfaatan,
kemudahan penggunaan dan kepuasan penggunaan aplikasi.
Drought
is a complex natural disaster with significant impacts on the agricultural
sector, leading to a decline in food production. Drought occurs due to a
decrease in groundwater supply, resulting in an imbalance between water
availability and usage needs for living organisms. Agricultural drought has
also affected Lamongan Regency, one of the largest rice-producing areas in East
Java. The purpose of this research is to minimize the impacts of agricultural
drought by monitoring and mapping its spread using the Vegetation Health Index
(VHI) method in Lamongan Regency from 2019 to 2023 and visualizing the
agricultural drought distribution data in Lamongan Regency through Earth Engine
Apps.
Agricultural
drought monitoring was conducted using Landsat 8 Collection 2 Tier 1 TOA
Reflectance imagery and Google Earth Engine as a cloud computing platform by
calculating NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), LST (Land Surface
Temperature), VCI (Vegetation Condition Index), and TCI (Temperature Condition
Index) values for use in the VHI algorithm. Field validation accuracy for NDVI
was 83.33%, and LST showed a strong correlation of 0.811996. The agricultural
drought distribution in Lamongan Regency using the VHI method resulted in three
classes: high drought (0 - 20), low drought (20 - 40), and no drought (>40).
The lowest average VHI drought index was in 2022 (66.407), while the highest
was in 2019 (43.065). The widest pattern of high drought distribution was in
the eastern region, low drought in the southern and western regions, and no
drought in the central region.
The
agricultural drought distribution map for 2019 – 2023 in Lamongan Regency was
disseminated through Earth Engine Apps with features such as split map, panel,
button, and label. User usability testing indicated an excellent average score,
with 94.4% of users agreeing on the application's usefulness, ease of use, and
user satisfaction.
Kata Kunci : Kekeringan Pertanian, VHI, Google Earth Engine, Remote Sensing