Konstruksi Kausatif Perifrastis Dalam Bahasa Indonesia
Derry Sulisti Adi Putra, Dr. Sailal Arimi, M.Hum
2024 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini menelaah properti sintaksis dan semantis dari konstruksi kausatif perifrastis dalam bahasa Indonesia dengan menyoroti keterbatasan model yang diajukan oleh Winarti (2009). Model Winarti, yang menyatakan bahwa kausatif perifrastis terbentuk dengan menambahkan agen kausatif ke dalam klausa nonkausatif, dapat berlaku untuk kausatif membuat, namun gagal menjelaskan secara memadai perilaku sintaksis dan semantis dari kausatif lain seperti kausatif menyebabkan. Dengan menggunakan analisis berbasis korpus, analisis kolostruksional, dan analisis klaster hierarkis, penelitian ini mengidentifikasi pola dalam struktur argumen dari konstruksi-konstruksi tersebut, yang menunjukkan bahwa kausatif membuat dan kausatif menyebabkan tidak dapat dipertukarkan secara bebas karena perbedaan perilaku sintaksis dan semantis. Untuk mengatasi kekurangan model sebelumnya, penelitian ini mengajukan suatu penjelasan teoretis baru yang didasarkan pada Semantik Bingkai dari Charles Fillmore, Model Kognitif Ideal dari George Lakoff, dan Tata Bahasa Konstruksional dari Adele Goldberg. Tata Bahasa Konstruksional memandang konstruksi sebagai pasangan bentuk-makna yang membawa makna khas yang independen dari komponen verbalnya. Oleh karena itu, konstruksi kausatif perifrastis tidak hanya merupakan hasil peningkatan valensi dalam klausa nonkausatif tetapi juga melibatkan pengetahuan konseptual tentang hubungan kausal yang diungkapkan oleh konstruksi-konstruksi ini. Model ini menyarankan bahwa konstruksi kausatif perifrastis dalam bahasa Indonesia menunjukkan kompleksitas yang lebih besar dan tidak dapat direduksi menjadi transformasi sintaksis sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan kausatif perifrastis dalam bahasa Indonesia memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor kognitif dan konseptual yang mempengaruhi penggunaan konstruksi kausatif perifrastis. Selain itu, penelitian ini menekankan relevansi Tata Bahasa Konstruksional dalam menjelaskan variasi sintaksis yang tidak dapat diprediksi hanya dari komponen verbalnya.
This study examines the syntactic and semantic properties of Indonesian periphrastic causative constructions, highlighting the limitations of the model proposed by Winarti (2009). Winarti's model, which posits that periphrastic causatives are formed by adding a causative agent to a non-causative clause, is primarily applicable to the membuat-causative but fails to adequately explain the syntactic and semantic behavior of other causative such as menyebabkan-causative. Utilizing corpus-based analysis, collostructional analysis, and hierarchical clustering, this study identifies patterns in the argument structure of these constructions, revealing that membuat-causative and menyebabkan-causative are not freely interchangeable due to distinct syntactic behaviors and unique semantic constraints. To address the shortcomings of the previous model, this research proposes a new theoretical account based on Charles Fillmore’s Frame Semantics, George Lakoff’s Idealized Cognitive Models, and Adele Goldberg’s Construction Grammar. Construction Grammar views constructions as form-meaning pairings that carry their own meaning independent of their verbal components. Accordingly, periphrastic causative constructions are not merely the result of valence-increasing of non-causative clauses but also involve conceptual knowledge about the causal relationships expressed by these constructions. This model suggests that periphrastic causatives in Indonesian exhibit greater complexity and cannot be reduced to simple syntactic transformations. The findings indicate that the formation of periphrastic causatives in Indonesian requires a deeper understanding of the cognitive and conceptual factors that influence the use of periphrastic causative constructions. Additionally, this study underscores the relevance of Construction Grammar in explaining syntactic variation that cannot be predicted solely from verbal components.
Kata Kunci : Kausatif Perifrastis, Konstruksi, Bingkai Semantis, Kajian Sintaksis Berbasis Korpus