Laporkan Masalah

Penggunaan Dana Desa dalam Mendorong Pembangunan Desa di Kabupaten Lombok Tengah

MAULVI ASYARIDHA, Dr. Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.

2024 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Program Dana Desa yang dimulai sejak 2015 merupakan alokasi anggaran dari pemerintah pusat dan daerah untuk membiayai kegiatan pembangunan di desa. Namun dalam pelaksanaanya, masih terus terjadi kendala yang menyebabkan Dana Desa tidak mencapai tujuannya. Kabupaten Lombok Tengah salah satu kabupaten yang penggunaan Dana Desanya masih terjadi masalah, seperti penggunaan Dana Desa di luar bidang prioritas, kasus penyelewengan, serta kemampuan penyerapan yang masih belum merata di beberapa desa.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan penggunaan Dana Desa yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, menganalisis hubungan penggunaan Dana Desa dengan tingkat potensi pembangunan desa, serta menentukan arahan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan Desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang didapatkan dari instansi dan publikasi Kemendesa. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan teknik skoring untuk menentukan tingkatan klasifikasi penggunaan Dana Desa. Perhitungan untuk mengetahui hubungan dilakukan dengan uji korelasi pearson antara penggunaan Dana Desa dengan potensi pembangunan desa yang diukur melalui Indeks Desa Membangun (IDM) yang terdiri dari IKS, IKE dan IKL. Penyusunan arahan kebijakan/strategi penggunaan Dana Desa untuk pembangunan desa menggunakan analisis SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Dana Desa telah sesuai dengan ketentuan undang-undang, penggunaan berdasarkan bidang paling banyak terklasifikasi sedang untuk bidang pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa, sementara bidang lainnya lebih banyak terklasifikasi rendah, serta penggunaannya telah efektif dengan rata-rata 100,34% namun kurang efisien dengan rata-rata 98,89%. Hasil uji statistik korelasi menunjukkan semua variabel penggunaan Dana Desa dengan potensi pembangunan desa memiliki hubungan, kecuali variabel IKE dengan pemberdayaan masyarakat. Arahan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan disusun berdasarkan tiga tipologi dimana secara umum ditekankan pada upaya peningkatan dan pengoptimalan ekonomi desa.

The Village Fund program, which began in 2015, is a budget allocation from the central and local governments to finance development activities in villages. However, in its implementation, there are still obstacles that cause the Village Fund to not achieve its goals. Central Lombok Regency is one of the districts where the use of the Village Fund still has problems, such as the use of Village Funds outside priority areas, cases of fraud, and the ability to absorb which is still uneven in several villages.

This study aims to describe the use of the Village Fund in Central Lombok Regency, analyze the relationship between the use of the Village Fund and the level of village development potential, and determine policy directions for using the Village Fund for village development. This research uses quantitative research methods with secondary data obtained from agencies and Ministry of Villages publications. Data processing and analysis techniques used descriptive statistical techniques and scoring techniques to determine the classification level of the use of the Village Fund. Calculations to determine the relationship were carried out using the Pearson correlation test between the use of the Village Fund and village development potential as measured by the Village Development Index (IDM) which consists of IKS, IKE and IKL. The formulation of policy/strategy directions for the use of the Village Fund for village development using SWOT analysis.

The results showed that the use of the Village Fund was in accordance with the provisions of the law, the use by field was mostly classified as moderate for the fields of development and village administration, while other fields were more classified as low, and its use was effective with an average of 100.34% but less efficient with an average of 98.89%. The results of the correlation statistical test show that all variables of the use of the Village Fund with village development potential have a relationship, except for the IKE variable with community empowerment. Policy directions for the use of the Village Fund for development are structured based on three typologies, which generally emphasize efforts to improve and optimize the village economy.

Kata Kunci : Dana Desa, Potensi Pembangunan Desa, Indeks Desa Membangun (IDM), Kabupaten Lombok Tengah

  1. S1-2024-461491-abstract.pdf  
  2. S1-2024-461491-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-461491-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-461491-title.pdf