Laporkan Masalah

Penggunaan Media Belajar Digital dalam Pembelajaran Bahasa Kedua (Bilingualisme) Anak Usia Sekolah Dasar: Sebuah Scoping Review

Amicita Nurfatiha Zahra, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Tinjauan tentang penggunaan media belajar digital dalam pembelajaran bahasa kedua anak lebih banyak berfokus pada fase kanak-kanak awal karena pesatnya perkembangan bahasa di fase tersebut. Padahal, pada fase kanak-kanak lanjut atau setingkat usia sekolah dasar (6–12 tahun) terjadi peningkatan intensitas serta paparan teknologi digital di lingkungan sekolahnya. Oleh karena itu, scoping review dilakukan untuk memetakan literatur terkait penggunaan media belajar digital pada anak di fase tersebut. Kriteria inklusi berkaitan dengan kesesuaian populasi, konsep, dan konteks literatur dengan pertanyaan penelitian, artikel berbahasa Inggris, serta diterbitkan di tahun 1997-2024. Identifikasi artikel dilakukan melalui database ERIC, Scopus, ProQuest, dan Google Scholar, serta pencarian manual. Dari 2711 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 31 artikel dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa media belajar digital dapat memfasilitasi pembelajaran bahasa kedua dengan meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Media ini mencakup perangkat keras komputer dan perangkat lunak berbasis gamifikasi, platform belajar daring, augmented reality, serta artificial intelligence. Tinjauan terbanyak mengkaji aspek pembelajaran kosakata yang merupakan pembelajaran bahasa paling fundamental bagi anak-anak. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada peran perbedaan individu atau faktor sosial-budaya dan strategi scaffolding guru dalam menggunakan media belajar digital. Implikasi praktis mencakup pengembangan kurikulum dan desain pembelajaran berbasis digital yang bersifat multi-kontekstual serta sesuai dengan perkembangan bahasa dan strategi belajar siswa.

A review of the use of digital learning media in children’s second language acquisition has predominantly focused on early childhood due to the rapid language development in that phase. However, during later childhood, equivalent to primary school ages (6–12 years), children experience increased exposure and intensity of digital technology use in their school environment. Therefore, a scoping review was conducted to map the literature of digital learning media use for second language learning in this developmental stage. The inclusion criteria were based on the relevance of the population, concept, and context of the literature to the research question, English written-articles, and those published between 1997 and 2024. Article identification was carried out using databases such as ERIC, Scopus, ProQuest, Google Scholar, and hand-search. Out of 2711 identified articles, 31 were analyzed. Results indicate that digital learning media can support second language acquisition by increasing student engagement and motivation. These media include computer hardware dan gamified software, online learning platforms, augmented reality, and artificial intelligence. Most reviews examine about vocabulary learning, which is a fundamental aspect of language acquisition for children. Future research could focus on the role of individual differences or socio-cultural factors and teachers' scaffolding in digital learning media use. Practical implications include developing a multi-contextual digital-based curriculum and learning design that aligns with language development and students’ learning strategies.

Kata Kunci : media belajar digital, bilingualisme, anak usia sekolah dasar, scoping review

  1. S2-2024-484964-abstract.pdf  
  2. S2-2024-484964-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-484964-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-484964-title.pdf