Pengaruh Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Bakteri Streptococcus sanguinis ATCC 10556 (IN VITRO)
Isnina Dhinda Pitaloka, Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes ; Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.kes., Ph.D.
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Bakteri Streptococcus sanguinis adalah bakteri pionir yang berkoloni pada
permukaan gigi, membantu perlekatan dengan bakteri lainnya sehingga mengawali
pembentukan plak gigi. Daun binahong memiliki sifat antibakteri karena memiliki
senyawa aktif flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan saponin. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun binahong dalam menghambat
pembentukan biofilm bakteri S. sanguinis
ATCC 10556.
Uji penghambatan pembentukan biofilm S. sanguinis ATCC 10556 dilakukan pada 96-well microplate. Media BHI-B dan
suspensi bakteri dimasukkan ke dalam masing-masing sumuran kemudian ditambahkan
ekstrak daun binahong konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, chlorhexidine gluconate 0,1% sebagai kontrol positif, dan akuades
sebagai kontrol negatif. Replikasi dilakukan sebanyak 6 kali pada 96-well microplate. Microplate
diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, dibilas menggunakan phosphate buffer saline, dan diwarnai
dengan crystal violet 0,1%. Pembacaan
hasil uji penghambatan pembentukan biofilm menggunakan microplate reader dengan panjang gelombang 450 nm.
Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antar
kelompok uji terhadap penghambatan pembentukan biofilm S. sanguinis ATCC 10556. Uji Post-Hoc
Least Significant Difference (LSD)
menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara ekstrak daun binahong konsentrasi 2,5%,
5%, 10%, dan chlorhexidine gluconate
0,1%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun binahong konsentrasi 10%
memiliki kemampuan tertinggi dibandingkan konsentrasi lainnya dalam menghambat
pembentukan biofilm S. sanguinis ATCC
10556 namun efektifitasnya lebih rendah dibandingkan dengan chlorhexidine gluconate 0,1%.
Streptococcus
sanguinis bacteria are pioneer bacteria that
colonize the surface of the teeth, helping to attach to other bacteria, thus initiating
the formation of dental plaque. Binahong leaves (Anredera
cordifolia (Tenore) Steenis) have
antibacterial properties because they contain active compounds of flavonoids,
alkaloids, terpenoids, tannins and saponins. The aim of this study was to
determine the effect of binahong leaf extract in inhibiting on S. sanguinis ATCC 10556 biofilm
formation.
The inhibition test for S. sanguinis ATCC 10556 biofilm
formation was carried out on 96-well microplates. BHI-B media and bacterial
suspension were put into each well then added with binahong leaf extract at
concentrations of 2,5%, 5%, 10%, 0.1% chlorhexidine
gluconate as a positive control, and aquadest as a negative control. This
study used 6 replications on 96 well-microplates. Microplates were incubated at
37°C for 24 hours, rinsed using phosphate buffer saline, and stained with 0.1%
crystal violet. Reading the results of the biofilm formation inhibition test
using a microplate reader with a wavelength of 450 nm.
The results of the One Way ANOVA test
showed that there were significant differences between test groups in
inhibiting the formation of S. sanguinis
ATCC 10556 biofilms. The Post-Hoc Least Significant Difference (LSD) test
showed that there was a significant difference between binahong leaf extract
concentrations of 2,5%, 5%, 10%, and 0.1% chlorhexidine gluconate. The
conclusion of this study is that binahong leaf extract at a concentration of 10%
compared to lower concentrations has the highest ability to inhibit the
formation of S. sanguinis ATCC 10556
biofilm, but its effectiveness is lower compared to 0.1% chlorhexidine gluconate.
Kata Kunci : Streptococcus sanguinis, ekstrak daun binahong, penghambatan pembentukan biofilm