Laporkan Masalah

Infrastruktur dan Ketimpangan Pendapatan: Di Era Pemerintahan Presiden Joko Widodo Tahun 2014—2023

Sultan Andra Sakti Muda Siregar, Samsubar Saleh, Prof. Dr., M.Soc.Sc.

2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 hingga tahun 2023 telah melakukan pembangunan infrastruktur fisik secara masif. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung iklim investasi yang baik bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Tujuan dengan adanya pembangunan infrastruktur ini akan memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang ada melalui transmisi pertumbuhan ekonomi yang merata pada tiap kelas pendapatan. Akan tetapi, hasil di lapangan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur ini belum diiringi menurunnya ketimpangan pendapatan secara signifikan dimana satu persen orang di Indonesia menguasai 50 persen aset nasional. Dengan demikian diperlukan kajian dan analisis yang membahas tentang seberapa besar dampak infrastruktur terhadap ketimpangan pendapatan dengan memperhatikan efek yang dipengaruhi oleh periode sebelum pembangunan infrastruktur yang diproksi melalui infrastruktur listrik, infrastruktur jalan, dan infrastuktur air dengan menggunakan metode generalized moments of method (GMM). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil fokus pada 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2014 hingga tahun 2023. Data yang digunakan berasal dari sejumlah instansi seperti PLN, BPS, Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian ESDM dan Kementerian PUPR. Hasil penelitian menunjukkan infrastruktur listrik dan infrastruktur air berpengaruh signifikan dalam menurunkan ketimpangan pendapatan di Indonesia, sementara infrastruktur jalan tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pengkajian sebelum melakukan pembangunan untuk memaksimalkan dampak infrastruktur yang dibangun.

The Indonesian government has undertaken massive physical infrastructure development from 2014 to 2023. This initiative aims to foster a favorable investment climate for investors looking to invest in Indonesia. The objective of this infrastructure development is to improve income distribution through the transmission of evenly distributed economic growth across all income classes. However, field results indicate that the increase in both the quality and quantity of infrastructure has not been accompanied by a significant reduction in income inequality, where one percent of the population controls 50 percent of the national assets. Therefore, a study and analysis are needed to assess the extent of infrastructure's impact on income inequality, taking into account the effects influenced by the pre-infrastructure development period, as proxied by electricity infrastructure, road infrastructure, and water infrastructure, using the Generalized Method of Moments (GMM). This research focuses on the 34 provinces in Indonesia from 2014 to 2023. The data used is sourced from various institutions such as PLN, BPS, the Ministry of Investment/BKPM, the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM), and the Ministry of Public Works and Housing (PUPR). The research findings show that electricity and water infrastructure significantly contribute to reducing income inequality in Indonesia, while road infrastructure has no effect on income inequality. Hence, the government needs to conduct an in-depth analysis before initiating development projects to maximize the impact of the infrastructure built. 

Kata Kunci : Infrastruktur Fisik, Ketimpangan Pendapatan, Generalized Moment of Method

  1. S2-2024-509512-abstract.pdf  
  2. S2-2024-509512-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-509512-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-509512-title.pdf