Studi tentang kinerja pelayanan PT Adhya Tirta Batam
PERMANA, Herwin, Prof.Dr. Agus Dwiyanto
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikAir merupakan salah satu sumber kehidupan yang mutlak diperlukan oleh manusia dan semua mahkluk hidup di dunia. Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menyatakan “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatâ€. Pemerintah sesungguhnya memiliki kewajiban yang besar untuk memenuhi hak dasar rakyat Indonesia atas air. Namun, kenyataannya, untuk dapat memenuhi kewajiban tersebut, diperlukan sumber dana yang besar untuk pembangunan infrastruktur pengairan. Di tengah masalah ekonomi, penyediaan dana tersebut menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dalam berinvestasi di sektor ini mungkin dapat menjadi salah satu solusi. Pemerintah dapat menjalin kerja sama kemitraan dengan pihak swasta dalam penyediaan jasa pelayanan air bersih. Penyediaan air bersih di Kota Batam dilaksanakan oleh PT Adhya Tirta Batam, melalui kontrak konsensi selama 25 tahun sejak tahun 1995. PT ATB dalam mengelola air bersih sampai saat ini masih menghadapi permasalahan antara lain rendahnya jangkauan pelayanan terutama bagi warga masyarakat yang tinggal di permukiman liar, kebocoran akibat pencurian air dan sambungan ilegal, ketidaklancaran aliran air pada daerah tertentu, berkurangnya debit air baku pada beberapa waduk dan lambatnya ATB dalam merespon perkembangan dan pertumbuhan Kota Batam yang cepat, sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pelayanan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pelayanan PT ATB dalam mengelola air bersih di Kota Batam dan berusaha menemukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pelayanan PT ATB. Untuk mengkaji kinerja pelayanan PT ATB, penulis berangkat dari kerangka berpikir bahwa PT ATB yang diberi kewenangan mengelola sektor pelayanan publik dalam hal ini pelayanan air bersih selain memiliki misi mencari profit juga harus mampu memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi seluruh masyarakat di Kota Batam. Karena itu menilai kinerja pelayanan PT ATB menggunakan indikator pemerataan pelayanan, kualitas pelayanan, responsivitas dan akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif sebagai prosedur untuk memecahkan masalah penelitian, data yang bersifat kuantitatif diproses dan ditafsirkan menjadi data yang bersifat kualitatif, sehingga analisis kualitatif dipergunakan untuk menjelaskan fenomena. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan, disamping wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan penyediaan air bersih oleh PT ATB masih rendah, walaupun kualitas sumber daya manusia di PT ATB sudah cukup baik Setidaknya ada beberapa faktor dominan yang mempengaruhi rendahnya kinerja pelayanan PT ATB yaitu yaitu lemahnya kontrol birokrasi terhadap ferformance layanan air bersih oleh PT ATB dan lemahnya pengelolaan lingkungan sumber air oleh pemerintah. Air bersih merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Pulau Batam yang sumber air bakunya berasal dari waduk buatan yang memerlukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap kemungkinan tercemarnya dari limbah maupun kerusakan alam. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu melakukan beberapa hal. Pertama, melakukan pengawasan dan kontrol yang ketat terhadap PT ATB dalam pencapaian kinerja operasional dan peningkatan kualitas pelayanan. Harus dipisahkan antara lembaga pembuat kebijakan dan lembaga pengatur/pengontrol. Kedua, mendorong PT ATB bertanggung jawab atas penyediaan dan pengusahaan air bersih untuk menjalankan sistem yang transparan, bertanggung jawab, dan melibatkan partisipasi publik yang efektif guna menjamin check and balances. Ketiga, prinsip-prinsip konservasi dan pemeliharaan harus mendapatkan prioritas utama, untuk mencegah kerusakan sumber daya air yang lebih luas.
Water represent one of the source of life that was needed absolutely by human being and all living creatures in the world. Article 33, paragraph 3 UUD 1945 state that "Earth and natural resources and water which contained within it was dominated by the state and utilized to its prosperity of people". The government, in fact, has big obligation to fulfill the elementary rights of Indonesia people upon the water. But, apparently, in order to fulfill such obligation the big fund source was needed for development of irrigation infrastructure. In the middle of economics problem, such preparing the fund become separate obstacle to government. The involvement of private sector for investment in this sector perhaps becomes one of solutions. The government may take partnership cooperation with private party on supplying service of pure water. PT Adhya Tirta Batam, through concession contract during 25 year since 1995 has carried out the pure water supply in Batam City. Until presently PT ATB was still facing many problems, for instance, the lower of service range especially to the citizen who live in wild settlement, the leakage of stealing water and illegal connection, unsmoothness water at certain area, decreasing of standard water debit at some basin and is tardy of PT TAB to respond the fast development and growth of Bata City, so that can not fulfill the request of pure water service. This research was aim to know the service performance of PT ATB in managing the pure water in Batam City and try to find what factors which influence the service performance of PT ATB. To investigate the service performance of PT ATB, the author was departed from the thinking framework that PT ATB which given authority to manage the public service sector that in this case the service for pure water beside have mission on looking for profit also must able to fulfill the requirement for pure water for all community in Batam City. As consequence to assess the service performance of PT ATB use indicator of service distribution, service quality and responsively and accountability. This research use a qualitative descriptive analysis as procedure to solve the research problem, the quantitative data was processed and interpreted to be qualitative data so the qualitative analysis was used on describing the phenomenon. Data in this research was collected through library study beside in depth interview and observation. The result indicate that performance of pure water supplying service was still lower, although quality of human resource in PT Adhya Tirta Batam have good enough at least there are some dominant factor which influence the lower of ATB service performance namely its weaken of bureaucracy control to pure water service performance and the weaken of environment management of standard water by government. The pure water was most important requirement at social life in Batam Island which the standard water source come from artificial basin which need protection and conservation to impure possibility of waste as well as the natural damage. To overcome this problem, the government needs to carry out many things. First, making tight protection and control to ATB in attainment of operational performance and improvement of service quality. It should be separated between decision maker and controlling institution Second, pushing PT. ATB to be responsible on supplying and exertion of pure water to run a transparent system, be responsible, and entangling effective public participation to ensure check and balances. Third, conservation principles and conservancy have to get especial priority, to prevent the damage of broader water resource.
Kata Kunci : Kinerja Layanan PDAM, Pengelolaan Air, Pemda TkII