Laporkan Masalah

Katena tanah untuk morfogenesa dan pedogenesa di daerah aliran sungai merawu kabupaten Banjarnegara

Suratman, Dr. P. Van Der Linden; Drs. Jamulya

1980 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bersifat pedogeomorfologikal, dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara tepatnya di daerah aliran sungai (DAS) Merawu (seluas +- 232,5 km2). Tujuan penelitian adalah mempelajari Morfogenesa dan pedogenesa. Sebagai studi pendekatannya adalah metode katena tanah yakni dengan pengukuran dan pengamatan “CROSSECTION” dan mengadakan “AUGERING” pada tanah. Kemudian dilakukan pengamatan profil tanah dan pengambilan contoh tanah untuk analisa di laboratorium. Di dalam penelitian ini beberapa analisa di laboratorium yang diperlukan meliputi: analisa sifat fisis, khemis dan mikromorfologis tanah. Kemudian mengenai hasil penelitiannya yalah: dalam aspek morfogenesa diperoleh keterangan bahwa pada daerah-daerah/unit Landform yang berasal dan berkembang dari litologi material fasies marine, baik yang terbuka maupun yang tertutup oleh vegetasi, kondisinya tidak stabil, sebagai akibat proses erosi dan masa wasting. Dan di daerah berlitologi material vulkanik, tertutup oleh vegetasi (hutan semak) lebih stabil dari pada daerah yang terbuka/dipengaruhi oleh manusia dengan pengolahan tanah secara terasiring. Sedangkan dalam aspek pedogenesa dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa terbentuk beberapa jenis tanah sebagai pengaruh faktor pembentuk tanah (litologi, iklim, topografi, manusia, vegetasi, dan faktor waktu) yang sangat bervariasi. Menurut sistim klasifikasi tanah dari F.A.Q. tanah yang terbentuk diantaranya meliputi unit tanah, cambisol, luvisol, aerisol, arenosol, vertisol, andosol.

-

Kata Kunci : Katena Tanah,Sungai Merawu,Pedogenesa,Morfogenesa,Banjarnegara,Jawa Tengah

  1. S1-1980-1751-Suratman_abstract.pdf  
  2. S1-1980-1751-Suratman_bibliography.pdf  
  3. S1-1980-1751-Suratman_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1980-1751-Suratman_title.pdf