Laporkan Masalah

MODEL TAJUK JATI (Tectona grandis L.f.) UMUR 9 TAHUN DARI BERBAGAI PROGENY

JANY TRI RAHARJO, Dr. lr. Ronggo Sadono

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Tajuk memainkan peranan yang penting dalam menentukan laju pertumbuhan pohon melalui proses fotosintesis. Tajuk juga dapat dimanfaatkan untuk mengukur kerapatan tegakan yang menentukan ketersediaan ruang tumbuh. Pengukuran tajuk secara langsung sulit dilakukan sehingga perlu dibangun model tajuk. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model tajuk jati umur 9 tahun dari progeny terpilih dan mengetahui ada tidaknya variasi model tajuk antar progeny terpilih. Penelitian dilakukan di Petak 49a, RPH Sidowayah, BKPH Kedunggalar, KPH Ngawi. Unit percobaan yang digunakan adalah seedlot. Lima seedlot dengan rata-rata diameter setinggi dada (dbh 1.3 m) terbaik dipilih sebagai sampel. Penyusunan model tajuk menggunakan pendekatan Pretzsch (1992). Ada tidaknya variasi model diuji dengan analisis varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tajuk T. grandis dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian bawah merupakan tajuk yang temaungi dapat digambarkan ke bentuk linear dan bagian atas merupakan tajuk yang terkena cahaya dapat digambarkan ke bentuk paraboloid. Tidak ditemui perbedaan model tajuk T. grandis. Model yang diajukan adalah sebagai berikut : bagian tajuk temaungi, linear : Rs = -0. 75 + 0.57 hs bagian tajuk terkena cahaya, paraboloid: Rt=1.91*hl°33 dimana Rs adalah jari-jari tajuk temaungi (m), RI adalah jari-jari tajuk terkena cahaya (m), hs adalah tinggi tajuk temaungi (m) dan hl adalah tinggi tajuk terkena cahaya(m). Kata kunci : jati

Crown plays an important role in regulating the rate of tree growth through the photosynthesis process. It can be used to meansure stand density and to determine the availibility of growing space. Because of direct crown measurement is difficult so that development of crown model are needed. The objective of this research were to develop the crown model of T.grandis at 9 years old from selected progeny and to know variation of crown model among progeny selected. The study was conducted at compartement number 49a, RPH Sidowayah, BKPH Kedunggalar, KPH Ngawi. The experimental unit was seed.lot. Five seed.lot with the best average of diameter at breast height (dbh 1.3 m) were selected as sampels. Crown model was developed by using the Pretzsch (1992) approach. The variation model of crown was tested with analysis ofvarians. The result showed that crown model of T. grandis can be divided into 2 section which is undercarriage that represent the shaded crown section can be descripted to linear form and uppercarriage that represent the light crown section can be descripted to paraboloid form. No difference were found on crown model among seedlot selected. Model proposed shall be as follows shaded crown section, linear: Rs= -0.75 + 0.57 hs light crown section, paraboloid: R1=1.9I*hl°33 where Rs is shaded crown radius (m), R1 is light crown radius (m), hs is the height of shaded crown section (m) and bl is the height of light crown section (rn).

Kata Kunci : jati (Tectona grandis L.f), model tajuk, progeny, bagian tajuk temaungi, bagian tajuk terkena cahaya

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf