Laporkan Masalah

Penempatan Pegawai Negeri Sipil pada jabatan struktural di lingkungan pemerintah Kabupaten Kapuas

ASWAN, Dr. Yeremias T. Keban

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Masalah sumber daya manusia terutama menyangkut kualitas aparatur di Kabupaten Kapuas mendapat perhatian yang cukup serius dari berbagai pihak. Aktor yang berkompeten sebagai perumus kebijakan ternyata cukup menyadari bahwa faktor “kemiskinan intelektual dan profesionalisme” adalah merupakan salah satu sumber kelemahan/penyebab rendahnya kualitas aparatur di Kabupaten Kapuas. Upaya yang dilakukan antara lain dengan mengupayakan secara terus menerus meningkatkan jumlah pegawai untuk mengikuti pendidikan dan latihan.Namun di samping itu, keberhasilan Program Diklat Kader tidak hanya dilihat dari pencapaian target pegawai yang ditugasbelajarkan setiap tahunnya, tetapi juga menyangkut pemanfaatan kemampuan manusia. Dalam hal ini proses penempatan kembali dan pemanfaatan pegawai setelah menyelesaikan tugas belajar harus pula mendapat perhatian.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji kesesuaian spesifikasi Pegawai Negeri Sipil dengan penempatan ; (2) mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi penempatan Pegawai Negeri Sipil. Dalam penataan/penempatan staf (staffing) ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi yaitu Informasi Analisis Jabatan, Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi. Variabel Staffing dioperasionalkan melalui indikator kesesuaian tingkat pendidikan formal dengan kualifikasi jabatan, kesesuaian tingkat pendidikan non formal dengan kualifikasi jabatan, kesesuaian pengalaman dengan kualifikasi jabatan. Variabel Informasi Analisis Jabatan melalui indikator kejelasan deskripsi jabatan dan kejelasan spesifikasi jabatan. Variabel Struktur Organisasi melalui indikator kompleksitas, formalisasi dan sentralisasi. Variabel Budaya Organisasi melalui indikator kebebasan dalam berinisiatif, toleransi terhadap resiko, tingkat integrasi, tingkat pemahaman loyalitas, penghargaan terhadap prestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi (memanfaatkan data sekunder), wawancara mendalam (in defth interview) dan pengamatan (observasi langsung). Teknik analisis data menggunakan salah satu teknis analisis deskriptif kualitatif yaitu Flow Model Analysis atau Model Analisis Mengalir yang meliputi data reduction, data display dan data conclusion. Hasil penelitian menyimpulkan dalam penataan/penempatan personil (staffing) pada jabatan struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas secara umum dinilai masih belum efektif, ditandai dengan kurang jelas dan akurat deskripsi maupun spesifikasi jabatan, struktur Organisasi kurang efektif, budaya organisasi kurang mendukung terciptanya efektifitas staffing. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan tenaga-tenaga berkualitas di daerah, melaksanakan Analisis Jabatan diberbagai institusi (unit kerja), mendesain struktur organisasi yang efektif, logis dan fleksibel berdasarkan misi organisasi, perlu strategi perubahan budaya, mengembangkan sistem meritrokrasi, penerapan tes kompetensi pejabat (Fit And Proper Test).

Human resources problem, especially regarding staff quality in Kapuas regency has received quite serious attention from many parties. In fact, competent actor formulating policy has realized that “intellectual and professionalism poverty” have turned out to be one of weakness sources / causes for lower staff quality in Kapuas regency. Some efforts have been conducted yet; among others are continual improvement on total numbers of employees to follow education and training. In addition, the success of Diklat Kader (Cadre Training and Education) program is not only viewed based on targets that the employees with scholarship have achieved every year. Rather, it relates to human resources capabilities application. In this case, the repositioning and exploiting employees with scholarship deserve attention. The present research was aimed to (1) examine the specification properness of Civil Servants and staffing ; (2) identify factors influencing Civil Servants staffing. In staffing there are 3 (three) influencing factors, i.e. Job Analysis, Organizational Structure, and Organizational Culture. Staffing variable is operationalized through following indicators, i.e. properness between formal education level and job qualification, properness between non-formal education level and job qualification, properness between formal education level and job qualification, and properness between experience and job qualification. Job analysis information is indicated by clear job description and job specification. Organizational structure is indicated by complexity, formality, and centralization. Organizational culture is indicated by freedom of initiative, risk tolerance, integrity level, loyalty level of understanding, achievement appreciation. Descriptive-qualitative method was exploited. Data were gathered through documentation (utilizing secondary data), in-depth interviews and field observations. Data analysis exploited one of descriptive-qualitative analysis techniques, i.e. Flow Model Analysis involving data reduction, data display and data conclusion. Results concluded that generally, the staffing of structural job in government domain of Kapuas regency was regarded as ineffective. This was identified by unclear and inaccurate job description and specification, ineffective organizational structure, less supporting organizational culture on effective staffing. Some recommendations of this research involved optimizing qualified local staffs exploitation, implementing Job analysis in various institution (working units), designing logical, flexible and effective organizational structure based on organizational missions, requiring cultural change strategy, implementing Fit And Proper Test for staffs.

Kata Kunci : Aparatur Pemerintah Daerah, Penempatan,Jabatan Struktural, Staffing, Structural Job.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.