Laporkan Masalah

Pemetaan indeks potensi lahan di pulau Bintan dengan metode sistem informasi geografi

Jhonson Tri Syahputra Saragih, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2009 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Perkenmbangan Kabupaten Bintan secara umum dan Pulau Bintan secara khusus telah mengakibatkan suatu perubahan pemanfaaran lahan. Perubahan penggunaan lahan ini terjadi seiiring dengan makin tingginya kebutuhan akan lahan sebagai tempat kelangsungan hidup namun kebutuhan tersebut tidak sebanding dengan lahan yang ada. Oleh sebab itu adanya suatu evaluasi diperlukan dalam hal penentuan potensi lahan agar dalam lahan dapat dimanfaatkan secara efisien. Metode yang digunakan dalam penentuan indeks potensi lahan adalah pengharkatan terhadap parameter-parameter indeks potensi lahan diataranya lereng, litologi, jenis tanah, air tanah, air permukaan, dan kerawanan bencana dalam hal ini erosi sebagai faktor penghambat, dimana semakin besar harkat maka semakin besar pula pengaruhnya untuk menciptakan indeks potensi lahan yang tinggi. Selain metode pengharkatan, metode tumpangsusun juga digunakan dalam penelitian ini yang berfungsi untuk menggabunggkan peta-peta parameter sehingga dihasilkan peta indeks potensi lahan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Peta 1ndeks. Potensi Lahan Pulau Bintan skala 1 : 250.000, dimana pada peta tersebut ditampilkan 5 kelas potensi lahan yang terdiri dari sangat tinggi (kelas I) tersebar di Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Gunung Kijang dekat daerah Toa Paya Selatan, tinggi (kelas II) tersebar di Kecamatan Bintan Utara di desa Lancang Kuning, Kecamatan Teluk Sebong di desa Ekang Anculai, sebagian kecil di desa Sri Bintan, desa pegundang dekat daerah aliran sungai, dan sebagian kecil di desa berakit, sedang (kelas III) tersenar di Kecamatan Bintan Utara di daerah Tanjung Uban Utara dan Sebong Pereh, rendah (kelas IV) tersebar di seluruh kecamatan di Pulau Bintan diantaranya di Kecamatan Bintan Utara di daerah Tanjung Uban Utara dan Sebong Pereh, di Kecamatan Teluk Sebong di daerah Ekang Anculai dan desa Sri Bintan, di Kecamatan Gunung Kijang di daerah Toa Paya Utara, Toa Paya Asri dan Toa Paya Selatan, di Kecamatan Teluk Bintan hampir di seluruh desa Tembeling dan Bintan Buyu, dan di Kecamatan Bintan Timur di daerah sepanjang aliran sungai, dan sangat rendah (kelas tersebar di daerah pegunungan yaitu di Kecamatan Gunung Kijang di desa Gunung Kijang dan di Kecamatan Bintan Timur di daerah Gunung Lengkuas. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa Pulau Bintan kondisi lahannya kurang sesuai untuk ditanami tanaman pertanian, ini terbukti dengan luasnya lahan dengan potensi sangat rendah di Pulau Bintan.

-

Kata Kunci : Potensi Lahan; Lahan; SIG, Bintan

  1. D3-2009-191566-Jhonson_Tri_Syahpitra_Saragih_abstract.pdf  
  2. D3-2009-191566-Jhonson_Tri_Syahpitra_Saragih_bibliography.pdf  
  3. D3-2009-191566-Jhonson_Tri_Syahpitra_Saragih_tableofcontent.pdf  
  4. D3-2009-191566-Jhonson_Tri_Syahpitra_Saragih_title.pdf