PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SEED BALL DAN TINGKAT SALINITAS AIR TEMPAT TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN Avicennia marina (API-API PUTIH)
Irvina Foila Para Martiani, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.; Dr. Dra. Ir. Winastuti Dwi Atmanto, M. P., IPU.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Rehabilitasi hutan mangrove yang terdegradasi perlu
diupayakan secara berkelanjutan. Sebagian kawasan pelaksanaan rehabilitasi
sulit dijangkau dengan menggunakan semai. Oleh karena itu, perlu dilakukan
teknik rehabilitasi yang baru untuk rehabilitasi dengan menggunakan drone
sehingga efisien dan efektif. Penggunaan drone ini perlu dikombinasikan dengan
biji yang dilapisi oleh media atau yang disebut seed ball sehingga
meningkatkan keberhasilan rehabilitasi. Salinitas merupakan faktor lingkungan
yang mempengaruhi perkembangan hutan mangrove. Oleh karena itu, diperlukannya
penelitian mengenai komposisi media seed ball dan tingkat salinitas
tempat tumbuh terhadap pertumbuhan Avicennia marina.
Penelitian ini
dilakukan di Laboratorium Silvikultur Intensif, Fakultas Kehutanan, Universitas
Gadjah Mada selama 6 bulan dari bulan september hingga maret. Rancangan penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini dengan
split plot Completely Randomized Design (CRD) dengan 2 faktor sebagai
perlakuan, yaitu komposisi media seed ball sebagai sub-plot dan tingkat
salinitas air sebagai main-plot dengan ulangan 3 kali dan setiap ulangannya
terdiri dari 10 individu. Media seed ball yang diuji dalam penelitian
ini terdiri atas 2 komposisi perbandingan volume tanah latosol dan pupuk, yaitu
1:1 (P1) dan 2:1 (P2). Tingkat salinitas air yang diujikan dalam penelitian ini
terdiri atas 4, yaitu salinitas 0-5 ppt (S1), 6-10 ppt (S2), 11-15 ppt (S3),
dan 16-20 ppt (S4). Data yang diamati meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh,
tinggi, diameter, biomassa tajuk, biomassa akar, biomassa total, kekokohan
semai, shoot root ratio, dan seedling quality index. Hasil penelitian menunjukkan salinitas berpengaruh nyata
terhadap daya kecambah, kecepatan tumbuh, pertumbuhan tinggi, dan kekokohan
semai. Salinitas 0-5 ppt menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan yang
lainnya.
Rehabilitation
of degraded mangrove forests needs to be sustainability pursued. Some
rehabilitation areas are difficult to reach using direct seedlings. Therefore,
it is necessary to use new rehabilitation techniques for rehabilitation using
drones to achieve efficient and effective process. The use of drones needs to
be combined with seeds coated in media or that are usually referred to as seed
balls to increase the success of rehabilitation. Salinity is an environmental
factor that influences the development of mangrove forests. Therefore, research
is needed regarding the composition of the seed ball media and the salinity
level on the growth of Avicennia marina.
This
research was conducted at the Intensive Silviculture Laboratory, Faculty of
Forestry, Gadjah Mada University, for 6 months from September until March. The
research design used in this study was a split-plot Completely Randomized
Design (C.R.D.) with 2 factors as treatment, namely the composition of the seed
ball media as a sub-plot and the level of water salinity as the main plot with
3 replications, and each replication consisted of 10 individuals. The seed ball
media tested in this study consisted of 2 volume ratio compositions of latosol
soil and fertilizer, namely 1:1 (P1) and 2:1 (P2). The water salinity levels
tested in this study consisted of 4, namely salinity 0-5 ppt (S1), 6-10 ppt (S2),
11-15 ppt (S3), and 16-20 ppt (S4). The data observed included germination rate,
growth speed, height, diameter, shoot biomass, root biomass, total biomass,
seedling sturdiness quotient, shoot root ratio, and seedling quality index. The
results of the research showed that salinity had a significant effect on
germination, growth speed, height, and seedling sturdiness quotient. Salinity
0-5 ppt showed better results than others.
Kata Kunci : Avicennia marina, Seed ball, Media Tanam, Salinitas, Rehabilitasi.