Laporkan Masalah

PENAKSIRAN POTENSI KAYU PERKAKAS DAN KAYU BAKAR DARI HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Desa Natah, Kabupaten Gunung Kidul)

DIAN ASIH KURNIA SARI, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan rakyat merupakan salah satu bentuk penghijauan pada lahan milik penduduk, yang bertujuan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan akan kayu bakar dan kayu perkakas, meningkatkan kualitas lahan, melestarikan tanah, air dan lingkungan serta memberikan tambahan pendapatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir potensi kayu perkakas dan kayu bakar di wilayah penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified random sampling. Data penelitian meliputi data potensi hutan, data sosial ekonomi masyarakat, dan data pendukung yang relevan. Pengambilan data potensi dilakukan dengan pengukuran langsung di hutan rakyat milik responden, data sosial ekonomi diperoleh melalui wawancara, dan data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Persamaan alometrik yang digunakan untuk mengetahui besarnya kayu perkakas da kayu bakar pada masing-masing jenis pohon berbeda. Pada jenis jati, volume kayu perkakas = 0,0000145(D2H)1 ' 092372 dengan R2 = 97,86 % dan volume kayu bakar = 0,0002 l 3(D2H) o, 740243 , dengan R2 = 87 ,20 %. Pada jenis akasia, volume kayu perkakas = 0,0000112(D2H) 1 ' 115633 , dengan R2 = 97,83 % dan volume kayu bakar = 0,002177(D2H) 0 • 528439 , dengan R2 = 81,36 %. Padajenis mahoni, volume kayu perkakas = 0,0000216(D2H)1 • 06923 , dengan R2 = 98,97 % dan volume kayu bakar = 0,007218(D2H) 0 • 372366 , dengan R2 = 91,59 %. Hasil penelitian potensi hutan rakyat menunjukkan bahwa volume kayu perkakas diperoleh sebesar l l l ,67m3 /Ha dan volume kayu bakar sebesar 90,l lm3/Ha pada lahan pekarangan dengan nilai Lbds 15,58m2/Ha. Sedangkan pada lahan tegalan, diperoleh volume kayu perkakas sebesar 103,97m3 /Ha dan volume kayu bakar sebesar 85,91 m3/Ha dengan nilai Lbds 15,80 m2/Ha. Persentase potensi kayu pada lahan pekarangan sebesar 51,52% dan lahan tegalan 48,48% dengan volume total hutan rakyat sebesar 391,65 m3/Ha.

Community forest is a farm of greening method in community owned land, which alternatively aimed to supply demand of merchantable and fire wood, to improve the land quality, to conserve soil, water and environment, and also to give additional income for people. The objection of this research was to estimate the merchantable and fire wood potency in this research location. The sampling method used was Stratified random sampling. Data collected were forest potency, public social economic, and other supporting data. Potency data were collected by directly measuring respondents' lands, social economic data were gathered from interview, and supporting data were obtained from local government. Allometric equation used to know the volwne of merchantable wood and volwne of fire wood for each different tree species. For teak, merchantable wood volume = 0,0000145(D2H)1 '092372, with R2 = 97,86 % and fire wood volume = 0,000213(D2H) 0•740243, with R2 = 87,20 %. For acacia, merchantable wood volume = 0,000112(D2H)1'115633, with R2 = 97,83 % and fire wood volume = 0,002177(D2H) 0,528439, with R2 = 81,36 %. For mahagoni, merchantable wood volume = 0,0000216(D2H) 1 •06923, with R2 = 98,97 % and fire wood volume = 0,007218(D2H) 0•372366 , with R2 = 91,59 %. The result showed that merchantable wood volume equal 111,67 m3 /Ha and fire wood volume equal 90, 11 m3 /Ha at yard, with tree density value 15.58 m2/Ha. In dry field, merchantable wood volume equal 103.97 m3/Ha and fire wood volume equal 85.91 m3/Ha , with tree density value 15,80 m2/Ha. Wood potency percentage at yard was 51,52 % and dry field was 48,48 %, with total volume of community forest 391,65 m3/Ha.

Kata Kunci : hutan rakyat, kayu perkakas, kayu bakar, penaksiran potensi

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf