ANALISIS KEMAMPUAN LABAN DAN POTENSI AIR SEBAGAI ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN KECAMATAN BULUKERTO KABUPATEN WONOGIRI
YUNITA ARDHIYANI, Drs. H. Senawi, M.P.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANLaban merupakan kebutuhan yang penting bagi manusia dalam menjalankan berbagai macam aktivitasnya. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan lahan antara manusia satu dengan yang lainnya. Kondisi ini berdampak buruk terhadap pengelolaan lahan karena cenderung dipaksakan untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa mempertimbangkan aspek dari kemampuan lahan dan potensi aimya, sehingga akan meningkatkan jumlah luasan lahan kritis dan mengurangi potensi air yang dapat dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biogeofisik lahan, kemampuan lahan, potensi air yang terdapat di Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri dan merumuskan arahan penggunaan lahan berdasarkan karakteristik fisik dan kemampuan lahan agar dapat mengatur tata air dengan baik. Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan berupa informasi atau data bagi para pengambil kebijakan dalam kegiatan penatagunaan lahan di Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode matching dalam menentukan analisis kelas kemampuan lahan dan metode Thorthwaite Mather dalam menentukan analisis neraca air. Penentuan arahan penggunaan lahan dilakukan dengan evaluasi hasil analisis kemampuan lahan dan potensi aimya. Dari hasil penelitian diperoleh 6 kelas kemampuan lahan yaitu kelas kemampuan lahan I, II, III, IV, VII, dan VIII dengan potensi air sebesar 15.043.260 m3/tahun dan indeks kekeringan sebesar 26,46 %. Perubahan bentuk penggunaan lahan berupa sawah tadah hujan seluas 314,249 ha menjadi 132,65 ha, sawah irigasi seluas 6,376 ha menjadi 0,66 ha, tegalan seluas 2084,323 ha menjadi 675,92 ha, perkebunan seluas 176,852 ha menjadi 136,06 ha. Bentuk penggunaan lahan yang tidak mengalami perubahan yaitu pemukiman seluas 688,29 ha. Penggunaan lahan berupa semak belukar seluas 350,77 ha dan beberapa bentuk penggunaan lahan lainnya diubah menjadi hutan rakyat seluas 1987,28 ha.
Land is so important to human being in runing their activities. Increasing human growth create competition to get land between them. This can be bad for land management cause usually land foced to fullfil human needs without considering its capability and water potency. That why in the future this will increase critical land and in the other hand will decrease of usable water potency. This research was purposed to know land biogeophisic characteristic, land use capability, and water potency on District of Bulukerto Regency of Wonogiri and direct land utilization accroding to phisical characteristic and land use capability. This reserach can be used as input to policy maker on District of Bulukerto Regency of Wonogiri. Matching method was used to determine land use capability classes and Thomthwaite Mather method was used to determine water balance analysis. Land use capability direction was got from evaluation between land use capability analysis and its water potency. From this research, known that there is 6 land use capability classes that are class I, II, III, N, VII, and VIIl with water potency as many as 15.043.260 m3 /years and aridity index as many as 26,46 %. Changes in land utilization are in rice-field dependent to rain from 314,249 hectares to 132,65 hectares, wet ricefield from 6,376 hectares to 0,66 hectares, dry field from 2084,323 hectares to 675,92 hectares, horticulture from 176,852 hectares to 136,06 hectares. Land utilization type that have not changes is residence as many as 688,29 hectares. Land utilization type such as bushes as many as 350,77 hectares and some other type changed to community forest as many as 1987 ,28 hectares.
Kata Kunci : lahan, kemampuan lahan, potensi air, arahan penggunaan lahan