Laporkan Masalah

PERANAN TEBANG BUTUH DI HUTAN RAKYAT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KELESTARIAN (Studi Kasus di Desa Karangasem Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY)

ALAM EKA SENOAJI, Ir. Djuwadi, Ms.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan rakyat yang dikembangkan oleh masyarakat saat ini menjadi pemasok kayu yang lebih besar daripada yang dihasilkan dari hutan negara. Namun dalam pengelolaan hutan rakyat terkadang belum terdapat sistem perencanaan yang matang, sehingga masyarakat menerapkan sistem tebang butuh dalam pemungutan hasil hutan. Beberapa pihak mengatakan bahwa tebang butuh tidak tepat dilakukan karena bisa mengganggu aspek ekologis dan kelestarian hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya volume tebang butuh yang dilakukan oleh masyarakat serta untuk mengatahui pengaruhnya terhadap aspek kelestarian. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi DIY. Di daerah tersebut hutan rakyat sudah dikembangkan sejak tahun 1987 dengan jenis didominasi oleh jati, mahoni dan akasia. Masyarakat menerapkan sistem pengelolaan agroforestry dalam mengelola lahan dengan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pemungutan dengan sistem tebang butuh yang dilakukan masyarakat sudah dilakukan sejak pertama kali dilakukan pemanenan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive, karena kondisi hutan rakyat di daerah ini hampir semuanya sama dan jenis pengelolaan yang dilakukan juga pada umumnya sama. Data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara dengan responden untuk mengetahui sistem pengelolaan hutan rakyat secara mendalam dan inventarisasi terhadap tegakan untuk mengatahui potensi tegakan hutan rakyat yang dimiliki. Besarnya tebang butuh pada hutan rakyat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Karangasem dalam satu tahun pada luas lahan 47 hektar adalah sebesar 69, 15 m3 /tahun, sedangkan jatah tebang yang diijinkan adalah sebesar 305,58 m3 . Hal ini membuktikan bahwa perilaku tebang butuh yang dilakukan oleh masyarakat temyata masih berada jauh dibawah batas yang diijinkan. Aspek kelestarian hutan rakyat pada daerah tersebut masih terjaga karena masyarakat sadar betul akan manfaat dari hutan rakyat.

Community forest that developed by people today become the bigger wood supplier than yielded from state forest. But sometimes in community forest management not have matured planning system yet, so that people apply the harvesting based need system in collecting forest result. Some people said that harvesting based need is imprecise because can bother the ecological aspect and forest suistainability. Objectives of this research is to know the level of volume harvesting based need that done by people and also to know that influence to forest suistainability. This research was applied in Karangasem Village, Paliyan District, Gunung Kidul Regency, DIY Province. Community forest in that area have been developed since 1987 with the predominated species by teak, mahoni and acacia. People apply agroforestry management system in managing farm with the consideration to fulfill daily need. System collecting with harvesting based need that applied by people have been done since first time cropping done. Intake sampel in this research by purposive, because the condition of all community forest in this area almost equal and management type that done also generally of equal. Obtained data come from interview result with the responder to know the community forest management system exhaustively and stocktaking of strightened to know strightened potency of community forest owned. Level of harvesting based need of community forest by people of Karangasem Village in one year at wide farm 47 hectare is 69,15 m3/year, while quota cut away permitted is 305,58 m3. This matter prove that behavior of harvesting based need by the people in the reality still reside in far below permitted boundary. Suistainability aspect of community forest of the area still be awaked because people so conscious the benefit of community forest.

Kata Kunci : Hutan rakyat, sistem tebang butuh, pengelolaan hutan rakyat, kelestarian hutan rakyat.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf