KAJIAN EROSI DAN KEKRITISAN LAHAN UNTUK ARAHAN KONSERVASI TANAH DI SUB SUB DAS JEBOL
IMAM RIYAD YULINAR, Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN
Penurunan kualitas daerah aliran sungai disebabkan karena keterbatasanketerbatasan
daerah aliran sunga1 yang dikelola dan makin tingginya kebutuhan
sumberdaya yang di lain pihak akan mendorong manusia untuk memanfaatkan
sumberdaya alam secara berlebihan yang cenderung merusak. Usaha peningkatan
pengelolaan daerah aliran sungai yang bisa dilakukan di antaranya adalah melakukan
tindakan-tindakan yang bisa mengcndalikan erosi dan sedimentasi. Tindakan
pengendalian erosi dan sedimentasi dapat dilakukan di tempat terjadinya erosi dan
sedimenta:,;i atau di luar tcmpat terjadinya erosi dan sedimcntasi. Salah satu bentuk
teknologi yang dapat digunakan dalam pcngelolaan daerah aliran sungai adalah Sistem
I:iformasi Geografis dimana informasi keadaan daerah aliran sungai suatu wilayah dapat
diperoleh secara lcngkap dalam waktu ????ingkat tanpa mengurangi ketelitian informasi
yang diperoleh.
Penelitian ini bertujuan urituk mengetahui besar erosi tahunan. tingkat bahaya
erosi, tingkat kekritisan lahan. dan menentukan altematif arahan konservasi tanah Sub
Sub DAS Jebol. Pcnelitian dilakukan di Sub Sub DAS Jebol yang secara administrasi
berada di Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan untuk menghitung erosi adalah
metode USLE. Penentuan tingkat bahaya erosi dilakukan dengan membandingkan nilai
erosi dengan kedalaman tanah. Kekritisan lahan ditentukan dengan menggunakan kriteria
penutupan lahan oleh tajuk dan batuan, kelerengan, ero????i, manajemen kawasan, dan
produktivitas pertanian. Arahan konservasi tanah ditentukan dengan membandingkan
nilai erosi potensial dengan nilai erosi yang diperbolehkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah penelitian memiliki tingkat
erosi: I )tingkat erosi < 15 ton/Ha/th seluas 846,236 Ha, 2)tingkat erosi 15 .. < 60 ton /Ha/th
seluas 3.497,89 ton/Ha/th, 3)tingkat erosi 60 - < 180 ton/Ha/th seluas 999,766 Ha,
4)tingkat erosi 180 - < 480 ton/Ha/th seluas 439,494 ton/Ha/th, dan 5)tingkat erosi > 480
ton/Ha/th seluas 34,071 Ha. Lahan kritis yang terjadi di Sub Sub DAS Jebol adalah:
I )tingkat kekritisan kritis seluas 421,605 Ha, 2)tingkat kekritisan potensial kritis seluas
2.062,821 Ha, 2)tingkat kekritisan agak kritis seluas 2.843,606 Ha, dan 4)tingkat
kekritisan tidak kritis seluas 489, 425 Ha. Alternatif arahan konservasi tanah yang dapat
diterapkan dengan mengubah nilai faktor pengelolaan tanaman dan mempertahankan
faktor tindakan konservasi tanah,dan sebaliknya, atau dengan mengubah kedua - Catchment areas quality were decline along with limitations related areas
that studied, and in other hands, highly resource needs would be support the
people to utilized natural resources over excessively which tends to damage.
lmprovement effo11s of catchment areas management might be done by controlled
the erosion and sedimentation process in and out of areas that studied. One of
technology that allow the catchment areas management were geographical
information systems, that completed information of catch water area conditions of
one region could be obtained in short time without decreasing information
prec1s1on.
The research objectives were to know the number of annual erosion, risk
levels of erosion, critical land levels, and to determine the directional alternatives
about land conservation of Subs-Catchment Area in Jebol. USLE method could be
applied to calculate the erosion values. Defining levels of erosion risk by
comparing between erosion value and land depth. Then, critical lands defined by
using criterions of land coverage by crowns and rocks, slopes, erosions, areas
management, and agricultural productivities. Finally, land conservation directions
were obtained from comparing between potential erosion values (A) and
acceptable erosion values (T).
The results shown that in the working areas have erosion levels: 1) less
than 15; 2) 15 to 60 or less than; 3) 60 to 180 or less than; 4) 180 to 480 or less
than; and more than 480 in the terms of tons/ha/year were referred to width of
846.236; 3,497.89; 999.766; 439,494; and 34.071 ha, respectively. Critical lands
that occurred in the Sub-Catch Water Areas by width of 421.605; 2,062.821;
2,843.606; and 489.425 ha were referred to critical levels of: 1) critical; 2)
potentially critical; 3) rather critical; and 4) not critical, respectively. Directional
alternatives of land conservation may be applied by differentiating the factor
values of plant management and maintaining the land conservation activity
factors, and the other ways, or by changes the both factors.
Kata Kunci : erosi, kekritisan lahan, konservasi