Laporkan Masalah

Klasifikasi jenis komoditi dan pola persebaran spasial industri pengolahan hasil pertanian dan kehutanan kabupaten Sleman

Rahma Arundika Kartini, Drs. R. Rijanta, M.Sc; Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T

2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Masalah utama yang harus dihadapi oleh negara-negara berkembang pada umumnya adalah pesatnya pertumbuhan penduduk, Fenomena yang timbul seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk adalah masalah pengangguran dan ketimpangan distribusi pendapatan. Pertanian sebagai sektor yang dominan dalam perekonomian sudah mulai berkurang peranannya dalam penyediaan lapangan kerja, karena itu perlu dicarikan alternatif kegiatan ekonomi lain di luar sektor pertanian. Sektor industri terutama industri yang mengolah hasil-hasil pertanian, dianggap mampu mengatasi permasalahan di atas. Industri hasil pertanian dan kehutanan (IHPK) merupakan industri yang pafing besar baik dari jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, nilai produksi, nilai investasi serta mampu berperan dalam pemanfaatan sumberdaya lokal, penyediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah. Berdasar latar belakang di atas, dilakukan penelitian berjudul "Klasifikasi Jenis Komoditi dan Pola Persebaran Spasial Industri Pengolahan Hasil Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman". Penelitian ini memiliki tujuan : (1) Mengelompokkan atau mengklasifikasi jenis komoditi IHPK di Kabupaten Sleman, (2) Mengetahui faktor¬faktor produksi yang berpengaruh terhadap nilai produksi IHPK di Kabupaten Sleman, (3) Mengetahui pola persebaran spasial industri pengolahan hasil pertanian dan kehutanan di Kabupaten Sleman, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data sekunder. Data diperoleh dari Dinas Perindustrian Kabupaten Sleman, BPS, dan instansi pemerintah lainnya. Data yang diolah terdiri dari jumlah unit usaha IHPK, jenis komoditi IHPK, jumlah tenaga kerja, nilai produksi, nilai bahan baku dan investasi. Tujuan (1) dianalisis dengan metode location quotient (LQ). Tujuan (2) diolah dengan teknik korelasi produci moment pearson melalui program SPSS 11. Tujuan (3) dianalisis dengan metode indeks konsentrasi dan kemudian membuat cluster pada peta menggunakan program Arc View 3.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar industri hasil pertanian dan kehutanan Kabupaten Sleman didominasi oleh industri pengolahan makanan/minuman sebesar 54,72 %, sedangkan industri pengolahan kayu, bambu, dan mendong sebesar 45,28 %. lndustri kecil pengolahan hasil pertanian dan kehutanan menurut jenis komoditi cenderung terdistribusi secara mengelompok/cluster (komoditi besek, tikar, emping melinjo), komoditi tempe membentuk pola tersebar merata, komoditi gedeg dan mebel membentuk pola tersebar secara acak. Berbedanya jumlah unit usaha IHPK pada desa-desa di Kabupaten Sleman dapat dikaitkan dengan potensi karakteristik yang berbeda antara wilayah satu dengan wilayah yang lain. Terkait dengan hubungan antara nilai produksi dan faktor produksi, terdapat kecenderungan hubungan yang positif dan signifikan antara nilai produksi dengan nilai bahan baku dan investasi, sedangkan jumlah tenaga kerja dan jumlah unit usaha tidak terlalu berpengaruh terhadap besarnya nilai produksi. Dikaitkan dengan tata ruang pengembangan wilayah, pola persebaran spasial yang terbentuk sudah sesuai dengan arahan kebijakan. Kecamatan Minggir, Moyudan tempat terkonsentrasinya komoditi bambu dan mendong termasuk dalam SKP V dimana diarahkan untuk pengembangan bidang pertanian, agribisnis, industri kecil dan kerajinan rakyat.

The main problem which has to be faced by developing countries is rapid growth of their population. The raising phenomenon that comes simultaneously with rapid growth of population are unemployment and income distribution problems. Agriculture as dominant sector in economics is no longer play a role in providing jobs opportunity, so then, there has to be other alternative economics-activities beside the previous agriculture sector. Industry sector, especially kind of industry that dealing with agriculture products, is considering capable to overcome the above obstacles. Agriculture and forestry product industry (IHPK) are the biggest industry based on business unit quantity, job-opportunity provided, production value, investment value and also capability to take action in utilizing local resources as well as empowerment and upgrading community and district income. Based on those backgrounds, research entitle 'Classifying Kinds Commodity and Spatial Distribution Pattern of Agriculture and Forestry Product Manufactured-Industry at Sleman District' is conducted. This research has aims : (1) ) Classifying kinds of IHPK industry sector at Sleman District, (2) identifying production factors which affect the production value IHPK at Sleman District, (3) identifying spatial distribution pattern of small agriculture and forestry product manufactured-industry at Sleman District. Method being used for this research is secondary data analysis-method. Data is being collected from Dinas Perindustrian at Sleman District, BPS and other government organizations. Data processing consists of IHPK business unit quantity, 11-1PK kind of commodity, quantity of labour, production value, raw material value and investment. Aim (I) is analysed by location quotient (LQ) method. Aim (2) is processed by correlation technic product moment pearson through out SPSS 11 program. Aim (3) is analysed by concentration index method and then producing cluster on map utilizing Arc View 3.2 program. The research's result shows that most part of agriculture and forestry product industry (IHPK) at Sleman District is dominated by food and beverage processing industry by 54.72 %, since wood, bamboo and mendong processing industry at 45.28%. Small industry of forestry and agriculture processing tends to distribute in group or cluster pattern at kinds of commodity besek ‘small basket’, mat, emping melinjo. Commodity ‘tempe’ to distribute in dispersed pattern, commodity gedeg and mebel to distribute in random pattern. The differences of IHPK business unit number at Sleman District villages might be related with different potency among region to another. Related with correlation between production value and factors, there is a tendency of positive relation and significancy between production value with raw material and investment, since labour number and business unit doesn't have major effect to production value. Related with spatial development region, spatial distribution pattern is adjust wisdom. Bamboo, mendong are concentrated in Minggir and Moyudan District, the region including at SKP V where direction to development agriculture, small and handicraft industry.

Kata Kunci : Klasifikasi industri,Sleman,DIY

  1. S1-2005-129983-Rahma_Arundika_Kartini_abstract.pdf  
  2. S1-2005-129983-Rahma_Arundika_Kartini_bibliography.pdf  
  3. S1-2005-129983-Rahma_Arundika_Kartini_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-129983-Rahma_Arundika_Kartini_title.pdf