Pemetaan data penyakit yang dapat menimbulkan wabah di kota Yogyakarta tahun 2005
Myta Retno Widayanti, Drs. Sukwardjono, M.S.; Dra. Endang Saraswati, M.S.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHMasih dominannya penyakit yang dapat menimbulkan wabah di Kota Yogyakarta tentu tidak menggembirakan, Hal ini dibuktikan dengan adanya penderita penyakit yang dapat menimbulkan wabah (seperti: DBD, diare, ISPA, dan campak) di Kota Yogyakarta tiap tahunnya. Penggunaan peta untuk analisis pola persebaran penyakit oleh instansi-instansi masih sangat terbatas dan peta yang ada pada umumnya penggambarannya belum memenuhi kaidah kartografis. Penyajian data-data statistik dalam bentuk peta lebih ringkas jika dibandingkan dengan penyajiannya menggunakan angka-angka/tabel-tabei statistik, sehingga memudahkan dalam analisis datanya. Selain itu, distribusi keruangan/lokasi datanya juga dapat dengan mudah dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah rnenyajikan data penyakit yang dapat menimbulkan wabah di Kota Yogyakarta tahun 2005 dalam bentuk peta dan untuk mengetahui pola persebaran penyakit tersebut dengan analisis peta. Metode yang digunakan dalain penelitian ini adalah metode analisis data sekunder dan analisis peta secara kualitatif dengan metode komparatif. Sedangkan metode penggambarannya dengan cara grafis menggunakan simbol titik, garis, dan area dengan memperhatikan ukuran data, variabel visual, dan persepsi visual datanya. Unit analisis yang digunakan adalah administrasi kelurahan. Peta yang dihasilkan dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 yaitu peta pokok, peta bantu, dan peta sintesa. Peta-peta tersebut digambarkan dengan skala I : 50.000. Peta pokok terdiri dari : Peta Tingkat Persebaran Penyakit DBD (Dernam Berdarah Dengue) di Kota Yogyakarta Tahun 2005, Peta Tingkat Persebaran Penyakit Diare di Kota Yogyakarta Tahun 2005, Peta Tingkat Persebaran Penyakit ISPA di Kota Yogyakarta Tahun 2005, dan Peta Tingkat Persebaran Penyakit Campak di Kota Yogyakarta Tahun 2005. Peta bantu terdiri dari : Peta Administrasi Kota Yogyakarta, Peta Kepadatan Penduduk Kota Yogyakarta, Peta Tingkat Pennukiman Kumuh di Kota Yogyakarta, Peta Tingkat Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera I di Kota Yogyakaria, Peta Tingkat Bangunan yang ada di Bantaran/Tepi Stingai di Kota Yogyakarta, Peta Tingkat Bangunan Rumah dengan Kualitas Nonpermanen di Kota Yogyakarta, Peta Ada Tidaknya Polusi Udara dan Bau di Kota Yogyakarta, Peta Kondisi Ada Tidaknya Pencemaran Air di Kota Yogyakarta, Peta Ada Tidaknya Air Sungai untuk Mandi/Cuci di Kota Yogyakarta, dan Peta Sumber Air Bersih untmk Minum dan Memasak di Kota Yogyakarta. Sedangkan peta hasil sintesa adalah Peta Tingkat Kerawanan Wilayah Terhadap Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabth di Kota Yogyakarta dan Peta Tingkat Kualitas Lingkungan Kota Yogyakarta. Hasil analisis pola persebaran penyakit yang dapat menimbulkan wabah di Kota Yogyakarta tahun 2005 diketahui bahwa persebaran penyakit DBD berhubungan positif dengan kualitas lingkungan, persebaran penyakit diare berbubungan positif dengan kepadatan penduduk, dan persebaran penyakit campak berhubungan negatif dengan persentase keluarga prasejahtera dan sejahtera 1.
The prevalence of diseases causing epidemics in the city of Yogyakarta, of course, has turned out to be an unhappy phenomenon. This has been indicated from the incidences of patients potentially causing epidemics (such as dengue fever/DBD diarrhea, upper respiratory tract disease/ISPA, and measles) found in the city of Yogyakarta from year to year. Mapping that some institutions exploited to analyze the pattern distribution of diseases has still limited; in addition, the available maps, generally, have no fulfilled cartographic standards. Statistical data presented in the form of maps are more concise than those presented in the form of numerical data / statistical tables; hence, they make easier data analysis. Moreover presenting spatial/site distribution data facilitates analysis simplicity. The present research was aimed to present data on diseases potentially causing epidemics in the city of Yogyakarta for the period of 2005 in the form of map, and to identify the pattern distribution of the diseases through map analysis. Method utilized involved secondary data analysis and qualitative map analysis through comparative method. Graphical method was exploited through the symbols of dots, lines, and area considering data size, visual variables, and visual perception data. Unit analysis utilized was village administration. Maps developed in this research were categorized into three, i.e. main, auxiliary, synthesis maps. The maps were developed in the scale of I :50.000. Main maps involved the 2005 Distribution Level Map of DBD (Dengue Fever) in the city of Yogyakarta, the 2005 Distribution Level Map of Diarrhea in the city of Yogyakarta, the 2005 Distribution Level Map of ISPA in the city of Yogyakarta, the 2005 Distribution Level Map of Measles in the city of Yogyakarta. The auxiliary Maps were the Administration Maps of Yogyakarta City, the Population Density Map of Yogyakarta City, the Slum-Housing Level Map of Yogyakarta City, the Pre¬Prosperous and Prosperous I Families Level Map of Yogyakarta City, the Map on Available Housing along River Flood Basins /River Sides Level of Yogyakarta City, the Non-permanent Houses Level Map of Yogyakarta City, the Air Pollution and Odor Level Map of Yogyakarta City, the Water Pollution Level Map of Yogyakarta City, the Map on River Water Exploited for Bathing /Washing Purpose of Yogyakarta City, the Drinking /Cooking Water Sources Level Map of Yogyakarta City. The synthesis maps involved the Map on Susceptibility Level toward Diseases potentially Causing Epidemics of Yogyakarta City and the Environment Quality Level Map of Yogyakarta City. Analysis results on the distribution of diseases potentially causing epidemics in Yogyakarta city for 2005 indicated that the distribution of DBD positively correlated with environment quality; the distribution of diarrhea positively correlated with population density; and the distribution of measles negatively correlated with the percentage of pre-prosperous and prosperous I farnilies.
Kata Kunci : Pemetaan data penyakit,DIY,KOta Yogyakarta