Laporkan Masalah

PERENCANAAN OPERASIONAL PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN PINUS ( Studi Kasus di BKPH Bantarkawung KPH Pekalongan Barat Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah )

Silvia Lucyanti, Ir. Djoko Suharno Radite, MS.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Perencanaan yang matang diperlukan dalam pengelolaan hutan pinus terutama menyangkut kegiatan teknis kehutanan. Kegiatan teknis kehutanan dijabarkan secara terperinci dalam bentuk rencana operasional. Rencana operasional memegang peranan penting karena menyangkut masalah jaminan kelestarian sumberdaya hutan, perusahaan, lingkungan dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jenis dan volume kegiatan teknis kehutanan BKPH Bantarkawung serta tata waktu pelaksanaannya, menganalisis kebutuhan bahan/material, tenaga kerja serta pengeluaran kas, dan menganalisis ragam volume kegiatan serta faktor-faktor yang berpengaruh. Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Jenis dan volume kegiatan di BKPH Bantarkawung beserta tata waktunya adalah penanaman terdiri dari tanaman rutin dengan volume 41,5 Ha dan tanaman pembangunan 224,5 H meliputi tanaman tahun I yaitu Tumpangsari dan Banjarharian (Triwulan I-IV), tanaman tahun II Tumpangsari ( Triwulan I-IV), tanaman tahun III (Tumpangsari) kegiatan tutup kontrak pada Triwulan II. Pemeliharaan hutan meliputi penjarangan T-1 volume 1.075,8 Ha (Triwulan IIIll) dan penjarangan T-2 volume 670,4 Ha (Triwulan I-II), penebangan hutan volume 14.404 m3 (Triwulan II-IV) dan penyadapan getah pinus dengan volume 5.373,2 Ha produksi 3.116,924 Ton (Triwulan I-IV). Kebutuhan bahan/material untuk tiap kegiatan didasarkan pada volume dan standar bahan yang ditetapkan. Kebutuhan tenaga kerja pada sistem Tumpangsari berdasarkan jumlah pesanggem tiap petak, sistem Banjarharian berdasarkan target waktu yang dicapai, pemeliharaan hutan (3 orang tiap Regu Kerja Penjarangan), penebangan hutan (9 orang tiap regu penebangan) dan penyadapan getah 2.206 orang. Analisis ragam volume dari tahun 2002 s/d 2006 menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh perubahan luas hutan, perubahan fungsi hutan maupun kelas hutan, ketersediaan anggaran dan kebijakan internal perusahaan. ·

Matured planning needed in pine forest management especially concerning of forestry technical activity. Forestry technical activity formulated detailedly in the form of operational planning. Operational planning play an important role because it concerning forest suistainability guarantee problem, company, social and environmental. The objectives of this research is to analyze type and forestry technical activity volume of BKPH Bantarkawung and also arrange its execution time, analyze substance requirement/material, labour and also cash expenditure, and analyze the manner of activity volume and also factors that having an effect on. Research method applied with descriptive method. Type And volume activity in BKPH Bantarkawung therewith arrange its time is plantation that consist of the routine plant with the volume 41,5 Ha and development plant 224,5 Ha cover the year I plant that is Tumpangsari and Banjarharian (Qua1terly IIV), year II Tumpangsari plant ( Quarterly I-IV), year Ill plant (Tumpangsari) activity close contract activity at Quarterly II. Forest conservation cover volume T-1 seldom 1.075,8 Ha ( Quarterly II-lll) and volume T-2 seldom 670,4 Ha ( Quarterly I-II), volume deforestation 14.404 m3 ( Quarterly II-IV) and volume pine rubber tapping 5.373,2 Ha produce 3.116,924 Ton ( Quarterly [-IV). Substance Requirement/material to every activity based on volume and specified substance standard. For the requirement of labour at Tumpangsari system pursuant to amount pesanggem every petak, at Banjarharian pursuant to reached time goals, forest conservation (3 people every Regu Job Seldom), deforestation ( 9 people every hewing group) and rubber tapping 2.206 people. The volume manner analyse from year 2002 to 2006 showing fluctuation influenced by wide change of forest, change of forest function and also forest class, availibility of internal policy and company budget.

Kata Kunci : Pengelolaan, hutan pinus, rencana operasional, tata waktu, ragam volume.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf