Laporkan Masalah

KEANEKARAGAMAN SEMUT PADA TIGA JENIS TEGAKAN DI HUTAN WANAGAMA

WINDI HARYA PAMUNGKAS, Dr. Ir. Musyafa, M. Agr.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Semut merupakan serangga yang paling umum dijumpai dan mempunyai populasi yang sangat besar. Di dalam ekosistem hutan semut berperan sebagai predator, pemakan bangkai, pemakan tepung sari, pemakan biji, pemakan nektar, dekomposer dan parasit. Di hutan Wanagama terdapat beberapa tegakan dengan karakteristik lingkungan yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap kelimpahan dan keanekaragaman semut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman semut pada tegakan Acacia mangium, Eucalyptus spp., dan Tectona grandis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari (musim hujan) dan bulan Agustus (musim kemarau) tahun 2006, di petak 17 hutan Wanagama. Pengambilan sampel semut dilak:ukan dengan metode pit fall trap sebanyak 40 perangkap pada masing-masing tegakan. Pengukuran faktor lingkungan berupa kadar lengas tanah dan seresah, pH (H20) tanah, ketebalan seresah, kerapatan dan keanekaragaman tumbuhan bawah. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan semut tertinggi pada tegakan A. mangium d.iikuti tegakan Eucalyptus spp. dan tegakan T. grandis. Pada tegakan A. mangium terdapat 9 genera semut, pada tegakan Eucalyptus spp . terdapat 11 genera semut dan pada tegakan T. grandis 7 genera semut. Selain itu, komposisi dan dominansi semut pada suatu tegakan sangat ditentukan oleh faktor lingkungan pada masing-masing tegakan. Di tegakan A. mangium clan Eucalyptus spp. didominansi oleh Monomorium. Sedangkan di tegakan T. grandis didominansi oleh Odontoponera dan Oecophylla.

Ants are the most widely distributed and abundant of social insect. In forest ecosystem, ants take roles as predators, scavengers, pollen eaters, seed eaters, nectar eaters, decomposers, and parasites. In Wanagama forest, there are some stands with different environmental characteristics influencing the abundance and diversity of ants. The objectives of the study were to know abundance and diversity of ants in Acacia mangium, Eucalyptus spp., and Tectona grandis stands. The research was carried out in February (rainy season) and August (dry season) 2006, at compartment 17 ofWanagama forest. Ants were sampled using pit fall trap method with 40 traps in each stand. Environmental factors such as soil and litter water content, soil pH (H20), litter thickness, density and diversity of ground cover were determined. The results showed that the highest abundance of ant was found in A. mangium stand followed by Eucalyptus spp. and T. grandis stands. The number of ant genera was 9 in A. Mangium stand, 11 in Eucalyptus spp. stand and 7 genera in T. grandis stand. Environmental factors scened to affect ant taxa composition. Monomorium was the most dominant genus in stands of A. Mangium and Eucalyptus spp. Odontoponera and Oecophyl/a were the most dominant taxa in T. grandis stand.

Kata Kunci : Semut, tegakan hutan Wanagama

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf