Laporkan Masalah

Kajian kartografis kerawanan tindak kriminal pencurian di kota Yogyakarta

Murdaningsih, Drs. Noorhadi Rahardjo, P.M.; Drs. Sukwardjono, M.S.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Perkembangan Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kota budaya selain menimbulkan dampak posistif, juga menimbulkan dampak negatif. Salah satu dampak negatif terjadi yaitu tingginya angka kriminalitas di Kota Yogyakarta, khususnya tindak kriminal pencurian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Menyusun peta-peta tindak kriminal pencurian; 2) Mengidentifikasi pola sebaran tindak pencurian; 3) Mengkaji potensi kerawanan tindak kriminal pencurian. Metode penelitian terdiri dari empat metode yaitu analisis pengelompokan tindak pencurian, analisis kecenderungan pola sebaran tindak kriminal, analisis kualitatif pada peta-peta tematik tindak kriminal pencurian, dan analisis potensi kerawanan tindak kriminal pencurian. Analisis pengelompokan dilakukan pada peta distribusi tindak kriminal pencurian untuk mengetahui pola sebaran tindak kriminal pencurian. Metode yang digunalcan yaitu dengan teknik nearest neighbour. Analisis kecenderungan dilakukan dengan menggunakan koefisien kontingensi dan distribusi frekuensi antara pola sebaran tindak kriminal dengan penggunaan lahan. Analisis potensi dilakukan dengan metode pengharkatan berjenjang terhadap variabel-variabel yang diduga memiliki keterkaitan terhadap terjadinya tindak kriminal pencurian. Variabel-variabel tersebut yaitu variabel kepadatan penduduk, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah, jumlah perguruan tinggi, jumlah fasilitas ekonomi, kepadatan permukiman, pelayanan keamanan, dan variabel tingkat kriminalitas pencurian. Hasil penelitian ini berupa peta-peta tematik tindak kriminal yaitu peta distribusi tindak kriminal pencurian, peta jenis dan jumlah tindak pencurian, peta karkteristik pelaku tindak kriminai, peta profesi pelaku tindak kriminal, dan peta frekuensi kejadi tindak pencurian, yang disusun berdasarkan data-data yang diperoleh dari kepolisian. Data yang diperoleh dari kepolisian telah memenuhi syarat untuk dipetakan, sehingga tidak ditemui kesulitan dalam melakukan pemetaan. Dari peta yang dihasilkan terlthat bahwa jenis tindak kriminal pencurian yang paling menonjol jumlahnya di Kota Yogyakarta adalah curanmor. Pelaku tindak kriminal didominasi oleh laki-laki dewasa, dengan latar belakang profesi sebagai karyawan. Ada dua pola sebaran tindak kriminal pencurian di Kota Yogyakarta yaitu pola mengelompok, yang terjadi pada 24 kelurahan, dan pola menyebar pada 21 kelurahan. Pengelompokan tindak kriminal terjadi di wilayah Cokrodiningratan, Sagan, Kepuh, Nyutran, Tuntungan, Glagahsari, dan kawasan Malioboro. Pengelompokan tindak kriminal terbanyak terjadi pada penggunaan lahan permukiman (48,86 %), diikuti perdagangan (29,66 % ) dan jasa (17,92 %). Perhitungan nilai koefisien kontingensi memperlihatkan hubungan yang signifikan, akan tetapi karena nilai hubungannya rendah, maka variabel penggunaan lahan lemah pengaruhnya terhadap pola sebaran tindak kriminal pencurian. Sedangkan hasil perhitungan potensi kerawanan tindak kriminal pencurian menunjukkan bahwa terdapat dua kecamatan dengan potensi kerawanan tinggi (Kecamatan Umbulhaljo dan Gondokusuman), dua kecamatan dengan potensi kerawanan sedang (Kecamatan Mergangsan dan Mantrijeron), dan 10 kecamatan lainnya dengan potensi kerawanan rendah.

Yogyakarta development as an educational and cultural county, besides giving positive effect, it also gives negative effects. One of the negative effects is the high level of crime in Yogyakarta, especially stealing. This study was carried out aiming to 1) Arrange stealing crime maps; 2) identify the distribution pattem of stealing crime; 3) Study the problem potential area for stealing crime. The research methods of the four methods were the grouping of stealing, the tendency analysis for distribution pattern of crime, the qualitative analysis of stealing crime. The grouping analysis was carried out in distribution map of stealing crime to find out the distribution pattern of stealing crime. The method used was nearest neighbor. The tendency analysis was carried out using contingent coefficient and frequency analysis among the distribution pattem of crime and the use of field. Potential analysis was carried out using he method of gradual assessing to the variables predicted to have relation with the happening of stealing crime. Those variables were citizen density, educational facilities, health facilities, religious activity facilities, the number of high-level education, economical facility, residence density, security service, and the variable of stealing crime level. The result of this study was in the form of crime, the distribution map of stealing crime, the type and the number of stealing, the map of criminal characteristic, the map of criminal profession map, and the map of stealing frequency, arranged based on the data obtained from the police department. The data obtained from the police department had met the requirement to the mapped, so that it was not found difficulties in carrying out mapping. From the resulted map, it was seen that the most frequent type of stealing crime was motorcycle stealing. The crirninals were dominated by male adult, having background of profession as employees. There were two distribution of stealing crime in Yogyakarta, grouped pattern, happening in 24 villages, and distributed pattem in 21 village. The grouping of crime happened in Cokrodiningratan, Sagan, Kepuh, Nyutran, Tuntungan, Glagahsari, and Malioboro area (48.86%), followed with trade (29.66%), and service (17.92%). The calculation of contingent coefficient showed a significant relation, but because of the Iow level of its relation, thus the variable of the use of field had weak effect to the distribution pattem of stealing crime. Meanwhile, the result of potential calculation of stealing crime showed that there were two municipals with high potential level (Umbulharjo Municipal and Gondokusuman Municipal), two municipals with medium potential (Mergangsang and Mantrijeron Monicipals), and 10 muncipals with low level.

Kata Kunci : Kartografi,Kerawanan tindak kriminal,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2005-140652-Murdaningsih_abstract.pdf  
  2. S1-2005-140652-Murdaningsih_bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140652-Murdaningsih_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-140652-Murdaningsih_title.pdf