Laporkan Masalah

Pola pemanfaatan fasilitas sosial ekonomi oleh penduduk perumahan di pinggiran kota Yogyakarta

Muhammad Arif Zulianto, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Lutfi Muta'ali, S.Si. M.T.

2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pertumbuhan kota besar yang pesat dan perkembangan yang terjadi telah melampaui batas administrasi kota hingga melebar ke arah kawasan pinggiran kota menyebabkan pengelolaan dan pengaturan kota tidak dapat lagi dibatasi dalam batas kewenangan kota mengikuti batas administrasinya. Dengan demikian diperlukan penanganan yang serasi dan terpadu antar wilayah yang terlibat yaitu kota besar tersebut dan wilayah yang merupakan penampungan luapan dari perkembangan kota tersebut. Salah satu bentuk langkah penanganannya dimulai dengan pengenalan keterkaitan antar bagian wilayah dalam hal ini keterkaitan wilayah pinggiran dengan pusat kota. Pola pemanfaatan fasilitas pelayanan sosial ekonomi penduduk merupakan salah satu cara pengenalan keterkaitan tersebut. Mendasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini berusaha mengkaji bagaimana pola pemanfaatan fasilitas sosial ekonomi oleh penduduk di pinggiran kota. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, D.I.Y. yang merupakan salah satu kecamatan yang termasuk dalam wilayah pinggiran Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui karakteristik sosial ekonomi penduduk, pola pemanfaatan fasilitas sosial ekonomi, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan fasilitas sosial ekonomi. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Desa Nogotirto dan Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan/ diperoleh menggunakan teknik kuesioner/angket. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pendekatan analisis data secara statistik dan analisis data secara deskriptif. Analisis data secara statistik diwujudkan dalam bentuk tabel silang dan untuk pembuktian hipotesis diuji berdasarkan nilai probabilitas pada tabel Chi¬Square Test untuk baris Pearson dan nilai koefisien kontingensi pada tabel Symmetris Measures. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi responden di lokasi penelitian sebagian besar mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi, peketjaan utamanya adalah pegawai negeri/swasta, serta tingkat pendapatan dan pengeluaran yang rendah. Disamping itu responden di lokasi penelitian mempunyai karakteristik demografi yaitu sebagian besar berjenis kelamin laki¬laki, mempunyai klas usia 30 — 55 tahun, status perkawinannya sudah kawin, lama tinggalnya 1-5 tahun, serta mempunyai jumlah anggota keluarga kurang dari 5 orang. Kemudian jika ditinjau dari karakteristik perumahannya sebagian besar status rumahnya adalah milik sendiri dan mempunyai ukuran rumah sedang dengan tipe 45. Antara perumahan dalam ring road dan perumahan luar ring road terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal pola pemanfaatan fasilitas pelayanan pendidikan formal, pendidikan non formal, keagamaan, dan fasilitas kebutuhan sekunder. Selanjutnya dalam hal pemanfaatan fasilitas sosial ekonomi, tingkat pendapatan merupakan faktor yang paling berpengaruh.

The fast growth of big city and its breed which has happened have over from limited of city that widen to the direct marginal area of city, it cause of developing arrangement of city can not be limited in limit of city rightful authority that follow the limit of its administration, Such as it need similar handling and resolute between involve area i.e. that the big city and it is a place to patch flare up from breeding up of the city. One type of arrangement introducing catch between part of area in this case catch of edge area with central of the city. Using model of how to service economic social is one of type to catch introduced of it. This research take place in district of Gamping, Sleman regency, DIY. It is one of state that include in edge area of Jogjakarta. The aims of this research to know about people economic and social characteristics, using the type economic social facilitation. We have chosen the location on this research in Nogotirto village and Ambarketawang, district of Gamping, Sleman regency. Research method is used survey method, using primary and secondary data. Primary submitted by used questioner technic, and be analyzed with data statistic analysis and in descriptive. Statistic data analyzed performed into cross table and the hypothesis prove based on probability score in chi square test table for pearson line and coeficien contingensy score in symmetric table measure table. Result of the research show that respondent economic social characteristic in research location mostly have high level education, prime activity or job are government employeei private, and low level of income and outcome. Side that respondents have demographic characteristic i.e. mostly are male, have age class 30- 55 years old, marriage statue is married, live in 1-5 years, have family less from 5 people. Afterwards if observed from housing characteristic most of them are their own selves and have medium house size about 45 types. Between housing in or out of ring road have significant differences in type of using facilitation formal learning service. Non-fonnal learning, religion, secondary needs facilitation. Furthermore in using economic social facilitation, level of income make up or form the most influence factor.

Kata Kunci : Perumahan pinggiran,Fasilitas sosial ekonomi,Gamping,Sleman,DIY

  1. S1-2005-089485-Muhammad_Arif_Yulianto_abstract.pdf  
  2. S1-2005-089485-Muhammad_Arif_Yulianto_bibliography.pdf  
  3. S1-2005-089485-Muhammad_Arif_Yulianto_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-089485-Muhammad_Arif_Yulianto_title.pdf