ANALISIS BREAK EVEN POINT BIAYA PENGANGKUTAN KAYU DENGAN TRUK SWASTA ( Studi Kasus di BKPH Dungus KPH Madiun Perum Perhutani Unit Il Jawa Timur )
Rena lndraswari, Ir. Haryanto, M.S.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian yang dilakukan di BKPH Dungus, KPH Madiun, Perum Perhutani Unit 11 Jawa Timur ini bertujuan untuk mengetahui biaya angkut truk swasta dan mengetahui volume angkutan minimum dengan metode Break Even Point (BEP). Dimana nantinya akan diperoleh data-data dari besarnya biaya angkut tiap truk swasta dan volume angkutan minimum. Adapun cara analisis yang dipakai ada 2 tahap yaitu analisis biaya tetap dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk analisis biaya angkut truk swasta. Sedangkan analisis Break Even Point (BEP) dilakukan untuk mengetahui volume angkutan minimum truk swasta yang harus dipenuhi agar truk swasta mendapatkan keuntungan. Analisis Break Even Point adalah suatu teknik analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu digunakan 4 armada truk swasta di BKPH Dungus, KPH Madiun untuk kegiatan pengangkutan kayu. Dari hasil perhitungan didapatkan biaya angkut untuk masing-masing truk swasta yaitu truk dengan nomor polisi AE 8024 UB sebesar Rp- 1.014,l3/m3/km, truk dengan nomor polisi AE 7508 E sebesar Rp. 1.053, 11/m /km, truk dengan nomor polisi AE 9412 YE sebesar Rp. 1.040,62/m3 /km dan truk dengan nomor polisi AE 8755 CG sebesar Rp. l.0l l,59/m3 /km. Sedangkan biaya angkut rata-rata untuk keseluruhan truk swasta yaitu sebesar Rp. l.029,86/m3/km. Kedudukan break even volume angkutan dicapai pada tingkat produksi 1.549,39 m3 /th artinya pada tingkat produksi l.549,39 m3 /th seluruh truk swasta mempunyai biaya total yang sama yaitu sebesar Rp. 112.030.416,-.
This research was done at February-April 2007 in BKPH Dungus, KPH Madiun, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. The objectives from this research are to know hauling cost from private trucks and to know minimum hauling volume with Break Even Point (BEP) method. There are two step to analyze, first fixed cost and variable cost that used to know hauling cost from private trucks. Second are Break Even Point analyze that used to know minimum hauling volume that must be fulfilled so private trucks had a profit. Break Even Point analyze is an analyze technique that learned about relationship between fixed cost , variable cost, profit and activity volume. There are 4 (four) private trucks that used in hauling activity BKPH Dungus, KPH Madiun, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. From the calculation was obtained hauling cost for each private truck as follows, truck with police number AE 8024 UB equal Rp. l.0l 4,13/m3 /km, truck with police number AE 7508 E equal Rp. l.053, l l/m3 /km , truck with police number AE 9412 YE equal Rp. l.040,?2/m3 /km and truck with police number AE 8755 CG equal Rp. 1.011,59/m' /km. While mean of hauling cost for all private trucks equal Rp. l.029,86/m3 /km . The position break even hauling volume was obtained in production level 1.549,39 m 3 /year , it means in production level 1.549,39 m3 /year all private trucks had a same total cost equal Rp. 112.030.416,-.
Kata Kunci : Pengangkutan, BEP, Biaya Angkut, BKPH Dungus