Laporkan Masalah

Kemampuan kepemimpinan Kelapa Desa dalam pemberdayaan masyarakat :: Studi di Desa Pagar Sari dan Desa Karang Baru Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

AZWARDI, Dr. Warsito Utomo

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan salah aspek penting dalam mendorong tumbuhnya masyarakat desa yang mandiri, inovatif dan kreatif dalam segala aspek kehidupan. Diimplementasikannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 memberi peluang desa untuk menjadi daerah otonom. Sejalan dengan itu Kepala desa diharapkan menjadi salah satu aktor pembangunan dalam mengkonkretisasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Di Kabupaten Lahat terdapat 567 desa namun hanya sebagian kecil saja desa yang telah memberdayakan masyarakatnya. Desa Pagar Sari dan Desa Karang Baru merupakan desa yang terdapat di Kabupaten Lahat. Mayoritas penduduk Desa Pagar Sari beretnis Jawa dan Desa Karang Baru beretnis asli Kabupaten Lahat. Masing-masing desa memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam aspek sumber daya, sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Keterbatasan tersebut pada dasarnya bukan penghambat dalam mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya dan mandiri. Untuk menuju kearah tersebut, peran pemimpin menjadi salah satu aktor penting dalam mengakomodasi berbagai kepentingan dan tuntutan masyarakat desa. Penelitian ini bermaksud melihat kemampuan kepemimpinan kepala desa di dua desa penelitian dalam memberdayakan masyarakatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kepemimpinan Kepala Desa dalam pemberdayaan masyarakat sudah berjalan namun belum maksimal. Pembangunan desa lebih cenderung kepada sektor fisik dan bukan pada peningkatan kemampuan dan kapasitas masyarakat. Kepala Desa juga belum memiliki konsep serta program pembangunan yang jelas. Mereka hanya mengandalkan legitimasi yang dimiliki. Kepala Desa Pagar Sari lebih banyak bersikap apatis dan tidak berupaya secara maksimal untuk mendorong tumbuhnya perilaku inovatif pada masyarakat. Hal ini dapat diketahui dari rendahnya peran serta masyarakat berpartisipasi dalam beberapa kegiatan desa. Hal serupa juga ditemukan di Desa Karang Baru dimana orientasi pemberdayaan masyarakat belum sampai menyentuh pada tujuan dan fungsi dasar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat. Kemampuan kepemimpinan Kepala Desa sebagai motivator, administrator dan koordinator dalam proses pemberdayaan masyarakat juga belum berjalan optimal. Rekomendasi yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas dan pengetahuan kepala desa dalam rangka meningkatkan kualitas kemampuan kepemimpinan sehingga dapat memberikan stimulasi kepada masyarakat, pembuatan kebijakan desa yang berorientasi kepada peningkatan kemampuan dan partisipasi masyarakat, perlunya merubah paradigma pembangunan masyarakat desa dari orientasi pembangunan fisik menuju kepada pembangunan sektor non fisik berbentuk peningkatan kapasitas dan kemampuan intelektual masyarakat desa.

People empowerment represents essential aspect to stimulate sense of inovative and creative self-supporting society appearance in all aspects of society’s life. The implementation of Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 has given opportunity to village become otonomous region. Related to those Head of village has been expected to become one of development actors to concretize creation process of the society empowerment. Nowadays there are 567 villages in Lahat Regency whereas although the number of the vilages a lot but only some have established empowerment program. Pagar Sari and Karang Baru villages are those among other villages in Lahat Regency. Majority of Pagar Sari villagers is ethnical Java and Karang Baru villagers originally Lahatnese. Each village owns the excellence and limitation in some resource aspects for both natural and human resources. The limitation of resources does not represent handicaps in stimulating people at the two villages become self-supporting. In order to achieve the purpose, leader’s role becomes important factors in accommodating various importance and demand of society. The aim of the research is to observe and describe leadership capablity of the village head and its relationship with how to drive empowerment for village people. Research method uses descriptive qualitative in which analysis and data interpretation conducted by observation, interview, and documentation The Results of research show that the leadership capabilty of the village are under average. They tend not to have concept and only rely on the legitimation owned. In elementary concept powered leadership of society is a leadership which ever instruct and give the bigger authority and entangle the people who lead in doing activity but Head of village elected by people tend to behave otoriter and acting by themselves. In Pagar Sari village the head village tend to act more apathetic and does not cope maximally to push the behavioral appearance of inovatif society. This matter is knowable from lowering role and participation of society in some activities. While in Karang Baru happened the similar matter where orientation of society empowerment not yet brought to elementary function and tend to pay more attention at physical aspects. Then the leadership capablity of head village as a motivator, administrator, and coordinator in the course of society empowerment has not run maximally. Recommendations given that it is necessary to improve the quality and knowledge the head of village in leadership aspects therefore they can give the stimulation to society, making of village policy orienting to make-up of ability and participate the society and to change the paradigm of development from physical aspect to non-physical namely improving skills and abilities of village people to support their life capacity and self-supporting.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat,Kepemimpinan Kepala Desa,Leadership capability, People empowerment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.