ANALISIS KADERISASI LEMBAGA SOSIAL TERKAIT DENGAN PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Desa Kedung Keris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi DI Yogyakarta)
Depi Susilawati, Dr. lr. San Afri Awang. M.Sc.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANLembaga sosial terkait pengembangan hutan rakyat di Desa Kedung Keris telah dikelola masyarakat secara informal melalui keluarga dan sistern kekerabatan dan secara formal melalui Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR). Kaderisasi merup,ikan proses yang penting clalam kelestarian lembaga sosial. Proses kaderisasi bisa dianalisis dari aspek transfer pengetahuan dan fisik pengelola hutan rakyat. Di balik semua proses itu terdapat pewarisan dan perkembangan kebudayaan yang bisa dipelajari melalui internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kaderisasi lembaga sosial dari aspck transfer pcngetahuan dan fisik pengelola hutan rakyat, faktor-faktor penghambat dan pcndukung proses kaderisasi, serta peran lembaga sosial terkait dengan pengembangan hutan rakyat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengacu pada paham fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumenter. Data yang didapatkan berupa data tentang sejarah, motivasi, clan perkembangan hutan rakyat, kelembagaan rnasyarakat, lembaga sosial terkait pengembangan hutan rakyat, proses kadcrisasi, dan skenario masyarakat terhadap surnber daya :.lam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, bahwa kaderisasi dilakukan melalui dua proses. Pertama, transfer pengetahuan dalam KTHR dilakukan melalui aturan tertulis, pelibatan calon kader dalam kegiatan, perterm,an kelompok, pendampingan kelompok yang dih,kukan oleh PKHR FKT UGM dan pemerintah; seclangkan dalam keluarga clan sistem kekerabatan dilakukan melalui pelibatan calon kader dalam kegiatrn penanaman, perneliharaan, dan pernanenan. Kedua, fisik pengelola hutan rakyat dalam KTHR dilakukan melalui mekanisme pergantian pengurus; sedangkan dalam keluarta dan sistem kekerabatan dilakukan melalui pewarisan hutan rakyat. Faktor-faktor yang menghambat clan mendukung proses kaderisasi antara lain kearifan lokal, motivasi masyarakat, peran keluarga dan sistem kekerabatan, partisipasi lembaga masyarakat, sustensi KTHR, skenario masyarakat terhadap sumber , laya alam, clan peran pemeri ntah. Peran lernbaga sosial terkait dengan pcngembangan hutan rakyat lokus pada tiga bidang. yaitu sosial. ekonomi, ekologi.
Social institution related to community forest devC'lopment in Kedung Keris
village has been managed by the community in two ll'ays; i11f
Kata Kunci : kaderisasi, lembaga sosial, pengembangan hutan rakyat.