Perkembangan dan peranan industri kerajinan ATBM dalam peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja tahun 1997-2003
Jayanti Diana Rachmawati, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHIndustri kerajinan ATBM merupakan salah satu industri pedesaan yang mempunyai prospek cerah dalam perkembangannya. Industri ATBM di Desa Sumber Rahayu mempunyai peranan yang besar terhadap perekonomian wilayah pedesaan, karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengetahui struktur internal dan karakteristik pengusaha industri kerajinan ATBM, (2)Mengetahui sumbangan industri kerajinan ATBM terhadap peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, (3)Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan perkembangan industri kerajinan ATBM, (4)Mengetahui pengaruh keterlibatan pengusaha terhadap peranan pemerintah dalam pengembangan industri kerajinan ATBM, (5)Mengetahui arahan pengembangan industri kerajinan ATBM. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, dan pemilihan daerah penelitian menggunakan metode "purposive sampling". Jumlah responden sebanyak 60 pengusaha diambil secara acak, yaitu dari Gamplong sebanyak 30 pengusaha sebagai lokasi sentra ATBM, dan 30 pengusaha dari Kembangan sebagai daerah yang tidak termasuk sentra ATBM. Analisa data dengan menggunakan analisa tabel frekuensi, uji korelasi Product Moment Pearson dan uji Chi Kuadrat, sedangkan untuk menentukan klas perkernbangan industri digunakan metode skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri kerajinan ATBM di Desa Sumber Rahayu dari tahun 1997-2003 dapat dibedakan menjadi tiga klas, yaitu klas 1 (berkembang), 11 (kurang berkembang) dan 111 (tidak berkembang). Gamplong sebagai lokasi sentra ATBM lebih berkembang dibandingkan Kembangan yang tidak termasuk dalam sentra ATBM. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat pendidikan pengusaha dengan perkembangan industri kerajinan. Terdapat hubungan yang positif antara penambahan tenaga kerja dengan penambahan nilai produksi. Terdapat hubungan antara klas perkembangan industri dengan sumbangannya terhadap pendapatan total keluarga. Tidak ada perbedaan jangkauan pemasaran antar klas perkembangan industri. Terdapat hubungan antara keterlibatan pengusaha dalam pembinaan dengan perkembangan industri. Peranan industri kerajinan ATBM dalam perekonomian wilayah dapat terus ditingkatkan, dengan adanya upaya dari berbagai pihak, yaitu dari pengusaha sehagai pelaku usaha dan pemerintah sebagai pendukung usaha pengembangannya sehingga industri kerajinan ATBM bisa menjadi andalan pendapatan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk pedesaan
ATBM is non machine wearing toals. ATBM hand made industry it's rural industries and has a prospective. ATBM hand made industry in Sumber Rahayu village, plays important role in the village's economy for it increases people's income and provides employment. The aim of this research are : 1. Knowing the internal structure and entrepreneur characteristic. 2. Knowing how much the contribution of ATBM hand made industry for increases entrepreneur's income and provides employment. 3. Knowing factors had influence the growth of ATBM hand made industry. 4. Knowing the influence of entrepreneur participation to govemment intervention for the growth of ATBM hand made industry. 5. Knowing the policy for the growth of ATBM hand made industry. The research methode that was done is "survey methode", and the area sampling is "purposive sampling methode" . Respondent was took are 60 entrepreneurs, from Gamplong was took 30 respondents and from Kembangan was took 30 respondents. Gamplong is the area with sentra industry and Kembangan is area without sentra industry. Analysis of data was done by using analysis table of frequency, chi quadrat and scoring-classification methode. The result of research shows that the growth of ATBM hand made industry in the Sumber Rahayu village within the period 1997 until 2003 can be classified in three classes; (1) the developed class, (2) the less development class, and (3) under development class. The result also shows that entrepreneurs level of education has positive correlation with development ATBM hand made industry. Therefore increasing number of employees influences its production value. Therefore the bigger the industry, the more it contributes to household's total income. There are not difference marketing area for the development classes ATBM hand made industry. That enterpreneurs participation in government intervetion has positive correlation with development ATBM hand made industries. The role of ATBM hand made industry in regional economy may be increased with participation of various parties, namely entrepreneurs as the actors and govemment as the supporter of its growth. Good cooperation of them may make ATBM hand made industry the reliable source of income of villagers and provides employment.
Kata Kunci : Kerajinan ATBM,Kesempatan Kerja,Moyudan,Sleman,DIY