Laporkan Masalah

PENERAPAN ARSITEKTUR POHON DALAM PENYUSUNAN LANSKAP AREA WISATA GOA SELARONG KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA

EKO BUDIYONO, Ir. Dwi T. Adriyanti, M.P.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Arsitektur pohon dapat membantu dalam penataan lanskap pada kawasan wisata yang sangat membutuhkan keindahan pohon. Penataan area terutama aspek vegetasi pada Area Wisata Goa Selarong masih belum memperhatikan jarak tanam serta nilai estetika. Letak pohon yang tidak teratur dan banyaknya lahan kosong mengakibatkan daerah ini terasa panas dan berfungsi kurang maksimal. Pengetahuan tentang model arsitektur pohon dapat membantu dalam penentuan jenis-jenis yang akan ditanam. Penelitian ini juga berguna untuk mengangkat kembali pembelajaran arsitektur pohon yang bermanfaat bagi pariwisata minat khusus. Penelitian dilakukan di Area Wisata Goa Selarong, Kabupaten Bantu.I, Daerah Istimewa Y ogyakarta. Metode yang dipakai adalah metode simulasi, yaitu memperagakan tapak dalam bentuk tiruan atau yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya; metode deskripsi, yaitu menguraikan ciri morfologis untuk mencari unsur arsitektur dan ciri-ciri spesifik di lapangan; metode identifikasi, yaitu mencari bentuk model arsitektur dan nama ilmiah dari jenis-jenis pohon yang terdapat di lapangan dan yang akan ditanam di lapangan. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan siteplan yang memuat 14 jenis pohon dan 9 model arsitektur. Jenis-jenis pohon tersebut yaitu Bougainvillea spectabilis (bugenvil), Cassia siamea Gohar), Delonix regia (flamboyan), Ficus benyamina (beringin), Filicium decipiens (kiara payung), Lagerstroemia indica (bungur), Satakentia liukiuensis (palem raja), Melaleuca leucadendron (kayu putih), Mimusops elengi (tanjung), Polyalthia longifolia (glodogan), Psidium guajava Gambu biji), Samanea saman (trembesi), Terminalia catappa (ketapang) dan Tectona grandis Gati). Adapun 9 model arsitektur pohon tersebut adalah : Champagnat, Sccarone, Troll, Leeuwenberg, Corner, Attim, Aubreville, Roux dan Nozeran.

Tree architecture can help us in landscape arrangement in tourism regions that need beauty of trees. Landscaping in Selarong Cave region, especially its vegetation, didn't consider spaces between trees and the aesthetics caused heat and minimum in function. Knowledge of tree architecture will help in selecting which trees should be planted. This research is also useful to leverage tree architecture in case of development of special interest tourism. This research takes place in Selarong Cave Tourist Region, Bantul, Y ogyakarta. The methods used are simulation method, by making illustration of what the region is really like, description method, which is elaborating morphological types to discover architectural elements as well as the specifics of the area, identification method, by deciding architectural forms and determining scientific names of trees to be planted in the area. This research resulted in a site-plan design contains 14 species of trees and 9 models of tree architecture. these are : Bougainvillea spectabilis (bugenvil), Cassia siamea Gohar), Delonix regia (flamboyan), Ficus benyamina (beringin), Filicium decipiens (kiara payung), Lagerstroemia indica (bungur), Satakentia liukiuensis (palem raja), Melaleuca leucadendron (kayu putih), Mimusops elengi (tanjung), Polyalthia longifolia (glodogan), Psidium guajava Gambu biji), Samanea saman (trembesi), Terminalia catappa (ketapang) dan Tectona grandis Gati) and contained 9 models of tree architecture, these are : Champagnat, Sccarone, Troll, Leeuwenberg, Comer, Attim, Aubreville, Roux and Nozeran.

Kata Kunci : arsitektur pohon, lanskap, goa selarong, siteplan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf