Analisis Kejadian Penyakit Keriting Kuning pada Tanaman Cabai (Capsicum frutescens L.) 'Ori 212' di Desa Srigading, Sanden, Bantul
SYAHIDINA, Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.
2024 | Skripsi | BIOLOGI
Cabai
(Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang
cukup menjanjikan karena memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan
umumnya digunakan sebagai rempah-rempah, sayuran, dan bumbu masakan.
Namun, proses budidaya cabai seringkali mengalami
kendala yang disebabkan oleh infeksi virus. Salah
satunya yaitu Begomovirus yang dapat menyebabkan penyakit keriting
kuning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kejadian
dan keparahan penyakit keriting kuning pada cabai ‘Ori 212’ (Capsicum frutescens
L.) serta mengidentifikasi jenis virus yang menginfeksi tanaman cabai di Desa
Srigading, Sanden, Bantul. Pada penelitian ini dilakukan analisis pertumbuhan tanaman, kandungan klorofil, dan kandungan unsur hara tanah. Tingkat keparahan infeksi penyakit pada
tanaman cabai dianalisis menggunakan metode skoring. Skoring dilakukan
berdasarkan pengamatan visual derajat keparahan gejala yang muncul. Sampel yang
bergejala kemudian dianalisis dengan metode PCR untuk mendeteksi keberadaan
virus penyebab infeksi. Deteksi virus dilakukan dengan menggunakan primer SPG1/SPG2. Sampel positif terinfeksi virus ditandai dengan keberadaan pita DNA 912 bp.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit pada tanaman cabai di Desa
Srigading cukup tinggi yaitu sebesar 88?ngan tingkat keparahan 41,60%
(rentan). Pertumbuhan tanaman dan kandungan klorofil mengalami penurunan pada
tanaman yang terinfeksi. Hasil analisis kandungan unsur hara menunjukkan bahwa
unsur P dan K tersedia sangat tinggi, sedangkan N tersedia yaitu 134,87 ppm.
Berdasarkan deteksi molekuler menggunakan primer SPG1/SPG2 menunjukkan bahwa
penyakit keriting kuning pada tanaman cabai ‘Ori 212’ di Desa Srigading disebabkan
oleh infeksi Begomovirus.
Chili
(Capsicum frutescens L.) is a promissing
agricultural commodities because it has a high economic value and is generally
used as a spice, vegetable, and seasoning cooking. However, the
chili cultivation process often experiences obstacles caused by viral
infections. One of them is the Begomovirus, which can cause yellow leaf curl
disease. This research was conducted to determine the incidence and severity of
yellow leaf curl disease in chili 'Ori 212' (Capsicum frutescens
L.) and to identify the types of viruses that infect chili plants in Srigading
Village, Sanden, Bantul. In this study, plant growth, chlorophyll content, and
soil nutrient content were analyzed. The severity of disease infection in chili
plants was analyzed using the scoring method. Scoring is done based on visual
observation of the severity of the symptoms that appear. Symptomatic samples
are then analyzed using the PCR method to detect the presence of the virus that
causes infection. Virus detection was carried out using the SPG1/SPG2 primer.
Positive samples infected with the virus are characterized by the presence of
a 912 bp DNA band. The results showed that the incidence of chili plant disease
in Srigading Village was quite high, namely 88% with a severity
level of 41.60% (susceptible). Plant growth and chlorophyll content decreased
in infected plants. The results of the analysis of nutrient content showed that
the available P and K elements were very high, while the available N was 134,87 ppm. Based on molecular detection using SPG1/SPG2
primers, it showed that yellow curl disease in chili 'Ori
212' plants in Srigading Village was caused by Begomovirus infection.
Kata Kunci : Begomovirus, cabai, penyakit keriting kuning, infeksi