Konstruksi Epistemologi Pluriversal melalui Teori Titik Tolak Feminis (Kritik atas Universalisme Epistemik)
Ayom Mratita Purbandani, Rachmad Hidayat, Ph.D.;Drs. Imam Wahyudi, M.Hum.
2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebuntuan kritik terhadap tesis universalitas dalam epistemologi arus utama (Barat modern) yang mengasumsikan pengetahuan selalu bersifat universal dan netral. Penelitian ini berupaya melampaui kritik universalisme epistemik tersebut dengan konstruksi epistemologi pluriversal melalui teori titik tolak feminis (FST). Penelitian ini memiliki tiga tujuan penulisan: Pertama, menjelaskan problem epistemik mendasar yang hadir dalam konsep universalisme epistemik pada teori pengetahuan Barat modern. Kedua, menganalisis implikasi dari keragaman konteks yang dialami oleh penahu terhadap perspektif pengetahuan melalui FST sebagai kerangka teoretis. Ketiga, menjelaskan kemungkinan pengembangan pemikiran mengenai epistemologi pluriversal berbasis perbedaan titik tolak penahu.
Penelitian ini menggunakan pemodelan penelitian sistematis-reflektif tentang bagaimana FST sebagai alat konseptual dalam menteorisasikan falibilitas sosial sebagai modus yang berharga dalam mengutuhkan epistemologi pluriversal. Epistemologi pluriversal menjadi objek material, sedangkan FST menjadi objek formal. FST sebagai metodologi memberikan kerangka untuk memahami bagaimana situasi atau konteks penahu memiliki implikasi penting dalam produksi pengetahuan.
Penelitian ini menyimpulkan tiga hal: Pertama, universalisme epistemik memiliki sejarah panjang dengan kolonialisme. Universalisme epistemik sering kali digunakan sebagai alat untuk melegitimasi dominasi pengetahuan Barat atas bentuk-bentuk pengetahuan lokal dan non-Barat. Kedua, FST sebagai landasan teoretis utama memperlihatkan pentingnya falibilitas sosial melalui keunggulan epistemik, kesadaran oposisional, dan objektivitas kuat. Ketiga, konstruksi epistemologi pluriversal yang mencita-citakan dunia di mana banyak pengetahuan dapat berdampingan dimungkinkan melalui FST.
This research is motivated by the impasse in critiquing the thesis of universality within mainstream (Western modern) epistemology, which assumes that knowledge is always inherently universal and neutral. In this research, a feminist standpoint theory (FST)-based pluriversal epistemology is presented to go beyond epistemic universalism's critique. This research aims to accomplish three primary objectives: First, to explain the fundamental epistemic problems present in the concept of epistemic universalism within Western modern theories of knowledge. Second, to analyze the implications of the diversity of contexts experienced by knowers on knowledge perspectives through FST as a theoretical framework. Third, to explore the possibility of developing a pluriversal epistemology based on differing perspectives of knowers.
Kata Kunci : epistemologi sosial, universalisme epistemik, pluriversal, teori titik tolak feminis, epistemologi alternatif