Risiko Produksi Usaha Tani Padi Organik di Kabupaten Sleman
IGNATIUS BUDI KARTANTIO, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc.; Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc.
2024 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Usaha tani padi dengan sistem pertanian organik ditujukan untuk menghasilkan padi sehat dengan nilai ekonomi yang tinggi serta memperbaiki kualitas lingkungan. Tetapi, sistem pertanian organik ini juga diduga dapat berdampak pada risiko produksi padi. Proses penerapan tersebut tentu menciptakan risiko dalam usaha tani padi organik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui produksi dan produktivitas usaha tani padi organik, (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi organik, serta (3) mengetahui risiko produksi usaha tani padi organik di Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman dan dipilih secara purposive sebagai sentra pertanian organik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan 61 petani padi organik yang tersebar di Kapanewon Ngemplak, Kapanewon Prambanan, dan Kapanewon Berbah. Produksi dan produktivitas padi organik ditentukan melalui perhitungan matematis. Analisis regresi dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi organik. Perhitungan nilai coefficient variation (CV) digunakan untuk mengetahui tingkat risiko produksi. Rata-rata petani padi organik di Kabupaten Sleman dalam satu musim tanam menghasilkan 570 kg gabah kering panen (GKP) pada rata-rata lahan sebesar 1200 m2 dengan produktivitas sebesar 4,88 ton/ha (GKP). Pendidikan dan luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan produksi padi organik. Tingkat risiko produksi usaha tani padi organik tergolong rendah dengan CV sebesar 0,32.
Organic rice farming aims to produce healthy rice with high economic
value while improving environmental quality. However, this organic farming
system is also believed to carry production risks. This study aims to: (1)
assess the production and productivity of organic rice farming, (2) identify
the factors influencing organic rice production, and (3) evaluate the
production risks associated with organic rice farming in Sleman Regency. The
research was conducted in Sleman Regency, selected purposively as a center for
organic farming in the Special Region of Yogyakarta. A total of 61 organic rice
farmers from Ngemplak, Prambanan, and Berbah district were involved in the
study. Organic rice production and productivity were determined through
mathematical calculations. Regression analysis using the Cobb-Douglas
production function model was employed to identify factors affecting organic
rice production. The coefficient of variation (CV) was calculated to assess
production risk levels. On average, organic rice farmers in Sleman Regency
produced 570 kg of harvested dry paddy (HDP) per planting season on an average
land area of 1,200 m², resulting in a productivity of 4.88 tons/ha (HDP).
Education and land area significantly influenced the increase in organic rice production.
The production risk level in organic rice farming was classified as low, with a
CV of 0.32.
Kata Kunci : padi organik, produksi, produktivitas, faktor produksi, Cobb-Douglas, CV