Laporkan Masalah

Peran Tim Advokasi Arus Bawah dalam Mengelola Nilai- Nilai Publicness pada Masyarakat Miskin di Kampung Ledhok Timoho

Muhammad Fadhli Fathoni, I Made Krisnajaya, SIP, M.Pol.

2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

 

Kemiskinan menjadi salah satu masalah penting di Yogyakarta. Kemiskinan menyebabkan munculnya perkampungan marginal yang dihuni oleh Masyarakat miskin Kota. Masyarakat miskin kota kian susah untuk mengakses layanan pemerintah termasuk juga diantaranya terkait dengan identitas mereka. Oleh karenanya ini menyebabkan kendala dalam mengakses pendidikan, pekerjaan yang layak, dan juga akses kesehatan. Salah satunya adalah Komunitas Ledhok Timoho atau biasa disebut Kampung Ledhok Timoho. Menanggapi mengenai permasalahan isu terkait masyarakat miskin kota tersebut sebagai bagian dari isu publicness, peran Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) sebagai community worker hadir sebagai upaya dalam mendampingi dan membantu Masyarakat miskin kota dengan membentuk Komunitas di Ledhok Timoho lalu kemudian menjadi Kampung Ledhok Timoho. Tim Advokasi Arus Bawah berupaya untuk mengorganisir Masyarakat miskin kota untuk tinggal dalam satu wilayah sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan dan juga akses terhadap fasilitas pemerintah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui peran Tim Advokasi Arus Bawah dalam mewujudkan dan mengelola nilai-nilai publicness dengan mengorganisir Masyarakat miskin kota untuk menjadi sebuah komunitas di Kampung Ledhok Timoho. Hasil penelitian secara umum menunjukkan adanya peran Tim Advokasi Arus Bawah dalam menciptakan dan mengelola nilai-nilai publicness dalam kehidupan Masyarakat miskin kota serta Masyarakat marginal di Kampung Ledhok Timoho. Peran tersebut berupa peran keterampilan fasilitatif, keterampilan edukasional, keterampilan perwakilan, dan juga keterampilan teknis. Masyakat miskin kota dan kaum marginal yang selama ini kesulitan untuk mencari tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan hidup dapat terbantu secara mandiri melalui berbagai program dan kegiatan yang disusun oleh Tim Advokasi Arus Bawah. Tim Advokasi arus bawah juga membantu Masyarakat di Kampung Ledhok Timoho untuk mendapatkan identitas mereka agar bisa mengakses layanan pemerintah. Tim Advokasi Arus Bawah bersama masyarakat saling mendukug dan saling membantu dengan kesamaan nilai dan perjuangan yang akhirnya dapat mewujudkan kehidupan yang lebih layak.

 

Kemiskinan menjadi salah satu masalah penting di Yogyakarta. Kemiskinan menyebabkan munculnya perkampungan marginal yang dihuni oleh Masyarakat miskin Kota. Masyarakat miskin kota kian susah untuk mengakses layanan pemerintah termasuk juga diantaranya terkait dengan identitas mereka. Oleh karenanya ini menyebabkan kendala dalam mengakses pendidikan, pekerjaan yang layak, dan juga akses kesehatan. Salah satunya adalah Komunitas Ledhok Timoho atau biasa disebut Kampung Ledhok Timoho. Menanggapi mengenai permasalahan isu terkait masyarakat miskin kota tersebut sebagai bagian dari isu publicness, peran Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) sebagai community worker hadir sebagai upaya dalam mendampingi dan membantu Masyarakat miskin kota dengan membentuk Komunitas di Ledhok Timoho lalu kemudian menjadi Kampung Ledhok Timoho. Tim Advokasi Arus Bawah berupaya untuk mengorganisir Masyarakat miskin kota untuk tinggal dalam satu wilayah sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan dan juga akses terhadap fasilitas pemerintah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui peran Tim Advokasi Arus Bawah dalam mewujudkan dan mengelola nilai-nilai publicness dengan mengorganisir Masyarakat miskin kota untuk menjadi sebuah komunitas di Kampung Ledhok Timoho. Hasil penelitian secara umum menunjukkan adanya peran Tim Advokasi Arus Bawah dalam menciptakan dan mengelola nilai-nilai publicness dalam kehidupan Masyarakat miskin kota serta Masyarakat marginal di Kampung Ledhok Timoho. Peran tersebut berupa peran keterampilan fasilitatif, keterampilan edukasional, keterampilan perwakilan, dan juga keterampilan teknis. Masyakat miskin kota dan kaum marginal yang selama ini kesulitan untuk mencari tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan hidup dapat terbantu secara mandiri melalui berbagai program dan kegiatan yang disusun oleh Tim Advokasi Arus Bawah. Tim Advokasi arus bawah juga membantu Masyarakat di Kampung Ledhok Timoho untuk mendapatkan identitas mereka agar bisa mengakses layanan pemerintah. Tim Advokasi Arus Bawah bersama masyarakat saling mendukug dan saling membantu dengan kesamaan nilai dan perjuangan yang akhirnya dapat mewujudkan kehidupan yang lebih layak.

Kata Kunci : Tim Advokasi Arus Bawah, Masyarakat Miskin Kota, Peran Komunitas, Publicness

  1. S1-2024-413112-abstract.pdf  
  2. S1-2024-413112-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-413112-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-413112-title.pdf