Rekayasa Naungan dan Modifikasi Media Tanam untuk Optimalisasi Pemanfaatan Ciplukan (Physalis peruviana L.) sebagai Tanaman Berpotensi Obat
Sega Cahyawati, Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc., Ph.D; Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.
2024 | Skripsi | AGRONOMI
Ciplukan (Physalis peruviana L.) dianggap sebagai tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa bermanfaat bagi kesehatan manusia. Hal ini menyebabkan ciplukan memiliki potensi untuk dibudidayakan secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan dan penambahan pupuk organik terhadap pertumbuhan, hasil, dan kandungan flavonoid tanaman ciplukan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai September 2023 di Kebun Percobaan Tri Dharma Banguntapan Bantul. Penelitian ini menggunakan Rancangan petak terbagi (split plot) dengan 3 ulangan. Faktor utama berupa naungan yaitu naungan 0% (P1), naungan 25% yaitu (P2), naungan 50% (P3). Faktor kedua adalah media tanam yaitu tanah 100% (K1), tanah + pupuk kandang kambing (K2), tanah + vinasse (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Intensitas naungan 50% (P3) menurunkan produktivitas namun tidak memengaruhi pertumbuhan dan kandungan flavonoid ciplukan. Sementara itu, jenis media tanam tanah + vinasse (K3) mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan kering total hingga 8 mspt, serta mempercepat umur berbunga dan meningkatkan jumlah total buah pertanaman serta produktivitas. Kombinasi perlakuan intensitas naungan 25 ?n tanah + vinasse (P2K3) mampu meningkatkan diameter batang 8 mspt dan mempercepat umur panen. Semua perlakuan tidak memberi pengaruh terhadap kandungan flavonoid.
Ciplukan (Physalis peruviana L.) is considered a plant that contains compounds beneficial to human health. This causes ciplukan to have the potential to be cultivated commercially. This study aimed to determine the effect of shade intensity and organic fertilizers types on the growth, yield, and flavonoid content of ciplukan. The research was conducted from February to September 2023 at Tri Dharma Experimental site Banguntapan Bantul. This research with a split plot design with 3 replications. The main factor was shade, namely 0% shade (P1), 25% shade (P2), 50% shade (P3). Was planting media, namely 100% soil (K1), soil + goat manure (K2), soil + vinasse (K3). The results showed that the 50% shade intensity treatment (P3), reduced the productivity but did not affect the growth and flavonoid content of ciplukan. Meanwhile, soil + vinasse (K3) was able to increase plant height, number of leaves, total fresh and dry weight up to 8 weeks after planting. Soil + vinasse (K3) also accelerated flowering age and increased total fruit yield per plant and productivity. The combination of 25% shade intensity and soil + vinasse (P2K3) was able to increase stem diameter by 8 weeks after planting and accelerated harvest age. All treatments had no effect on flavonoid content.
Kata Kunci : flavonoid, vinasse, goat manure, ciplukan