Laporkan Masalah

Identifikasi Praktik Konservasi Di Daerah Tangkapan Air Tamansari, Kecamatan Karangkobar Untuk Mendukung Konservasi Hulu Sub Das Merawu

MAULIDA MUHADINI, Dr.Agr.Sc. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

DAS Serayu merupakan salah satu DAS prioritas yang perlu dipulihkan daya dukungnya. Pemulihan daya dukung dapat dilakukan dengan menerapkan praktik konservasi tanah dan air dengan pendekatan modal sosial. Salah satu daerah di DAS Serayu dengan praktik konservasi tanah air yang diterapkan oleh masyarakat yaitu DTA Tamansari. Identifikasi praktik konservasi tanah dan air diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik konservasi tanah dan air yang dilakukan masyarakat, menganalisis efektivitas praktik konservasi, dan merumuskan strategi konservasi tanah dan air.


Penelitian ini menggunakan metode campur atau mix method. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi. Sementara itu, pendekatan kuantitatif dilakukan dengan skoring untuk menentukan efektivitas praktik konservasi tanah dan air. Validasi data dilakukan dengan menggunakan triangulasi. Rekomendasi praktik KTA disusun dengan pendekatan Strength, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT).


Terdapat dua jenis praktik konservasi yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu praktik konservasi vegetatif dan mekanis. Hasil penilaian efektivitas menunjukkan bahwa DTA Tamansari memiliki tingkat yang baik dengan skor 120,75. Berdasarkan skoring, diketahui kategori praktik dengan efektivitas tinggi yaitu embung yang dinilai dari kesesuaian embung dan pengolahan yang dinilai dari intensitas pengolahan lahan, sedangkan praktik dengan efektivitas rendah adalah penanaman searah kontur dan mulsa organik. Penilaian SWOT pada DTA Tamansari menunjukkan hasil pada posisi kuadran I. Strategi utama evaluasi dan optimalisasi teknik KTA yang dapat dilakukan menurut kuadran SWOT adalah intensifikasi praktik KTA dengan efektivitas rendah yaitu meningkatkan penggunaan mulsa organik dan melakukan penanaman searah kontur.


The Serayu watershed is one of the priority watersheds that needs to be restored to its carrying capacity. Restoration of carrying capacity can be done by implementing soil and water conservation practices with a social capital approach. One of the areas in Serayu watershed with soil and water conservation practices implemented by the community is Tamansari catchment. Identification of soil and water conservation practices is expected to generate recommendations for conservation strategies. This research aims to identify soil and water conservation practices implemented by the community, analyze the effectiveness of conservation practices, and formulate soil and water conservation strategies.

This research used a mixed method. The qualitative approach was conducted through interviews and observations. Meanwhile, the quantitative approach was done by scoring to determine the effectiveness of soil and water conservation practices. Data validation was conducted using triangulation. Recommendations for SWC practices were developed using the Strength, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT) approach.

There are two types of conservation practices carried out by the community, namely vegetative and mechanical conservation practices. The results of the effectiveness assessment show that Tamansari DTA has a good level with a score of 120.75. Based on the scoring, it is known that the categories of practices with high effectiveness are reservoirs assessed by the suitability of reservoirs and processing assessed by the intensity of tillage, while practices with low effectiveness are planting in the direction of contours and organic mulch. SWOT assessment at Tamansari DTA shows results in quadrant I position. The main strategy for evaluating and optimizing KTA techniques that can be carried out according to the SWOT quadrant is the intensification of KTA practices with low effectiveness, namely increasing the use of organic mulch and planting in the direction of contours.

 

Kata Kunci : Konservasi Tanah dan air, Praktik KTA, Efektivitas, DTA Tamansari

  1. S1-2024-455354-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455354-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455354-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455354-title.pdf