Laporkan Masalah

Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Umur Panjang serta Kelimpahan Gulma di Lahan Pasir Pantai dengan Sistem Tumpang Sisip dan Monokultur

CINTA AYU PUTRI AWANDA, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc ; Valentina Dwi Suci Handayani, S.P.,M.Sc.,P.hD

2024 | Skripsi | AGRONOMI

Kedelai merupakan tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Peningkatan hasil kedelai dapat dicapai melalui perluasan areal, yang sangat potensial dilakukan di lahan pasir pantai dengan menggunakan sistem tanam ganda. Penelitian ini dilakukan dengan menanam dua kultivar kedelai umur panjang yang ditanam secara tumpang sisip bersama cabai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sistem tanam yang paling sesuai bagi pertumbuhan dan hasil dua kultivar kedelai umur panjang serta kelimpahan gulma di lahan pasir pantai. Penelitian berlangsung dari Agustus 2023 hingga November 2023 di Pantai Samas, Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan satu faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji adalah sistem tanam, yang terdiri dari empat perlakuan: Demas-1 monokultur, Demas-1 tumpang sisip, Mallika monokultur, dan Mallika tumpang sisip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam tumpang sisip mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, yang terlihat dari peningkatan luas daun, jumlah daun, panjang akar, bobot kering total tanaman, jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, bobot 100 biji, dan produktivitas. Sistem tumpang sisip pada kultivar Demas-1 dan Mallika menghasilkan produktivitas sebesar 6,43 ton/ha dan 6,15 ton/ha. Kelimpahan gulma pada sistem tumpang sisip lebih tinggi dibandingkan dengan monokultur. Gulma didominasi oleh tekian dan daun lebar serta nilai kofisien yang <70>

Soybean is the third most important food crop after rice and maize. Increased soybean yields can be achieved through area expansion, which has the potential to be done on sandy beach land using a double cropping system. This study was conducted by planting two long-duration life soybean cultivars relay cropping with chilli. The objective of this study was to determine the most suitable cropping system for the growth and yield of two long-duration soybean cultivars and the abundance of weeds in coastal sandy soil. The research was conducted from August 2023 to November 2023 at Samas Beach, Yogyakarta. The research design used was a Randomized Completely Block Design with one factor and three blocks as replications. The treatments tested were four treatments: Demas-1 monoculture, Demas-1 relay cropping, Mallika monoculture, and Mallika relay cropping. The results showed that the relay cropping system was able to increase the growth and yield of soybean plants, as seen from the increase in leaf area, number of leaves, root length, total plant dry weight, net assimilation rate, number of pods, number of seeds, seed weight, 100 seed weight, and productivity. The relay cropping system with the Demas-1 and Mallika variety produced the higher productivity of 6,43 tons/ha and 6,15 tons/ha compared to those in monoculture. Weed abundance in the relay cropping system was higher than in monoculture. The weeds were dominated by sedges and broad leave, and the coefficient value was <70>

Kata Kunci : kedelai umur panjang, Demas-1, Mallika, tumpang sisip, gulma

  1. S1-2024-456590-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456590-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456590-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456590-title.pdf