Laporkan Masalah

Manajemen pelayanan pendidikan SLTPN Pemerintahan Kabupaten Nabire

NENOBAIS, Harry, Prof.Dr. Agus Dwiyanto

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Salah satu harapan yang ingin dicapai dengan diberlakukannya otonomi daerah adalah semakin membaiknya pemberian pelayanan yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat. Namun dalam kenyataannya, setelah lima tahun berjalannya otonomi daerah tanda-tanda ke arah perbaikan pelayanan tersebut belum terlihat. Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire, melalui Dinas Pendidikan Nasional dalam menjalankan fungsi pelayanan pendidikan pada tingkat SLTPN kepada masyarakat belumlah optimal, sehingga mengakibatkan kepada rendahnya kuantitas dan kualitas pendidikan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan manajemen. Melalui manajemen maka penyelenggaraan pelayanan pendidikan SLTPN dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang efektif dan efisien, serta dapat terpenuhinya harapan masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan. Untuk itu penelitian ini bertujuan memberikan gambaran kondisi pelayanan pendidikan SLTPN dan mengidentifikasi serta memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire mengenai manajemen pelayanan pendidikan SLTPN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hermenuetik, sedangkan untuk menganalisis data dipergunakan teknik analisis deskriptif kualitatif sebagai prosedur untuk menjawab pokok permasalahan dalam penelitian ini. Dialetika teoritik yang digunakan dalam penulisan ini adalah agar penyelenggaraan pelayanan pendidikan SLTPN dapat berjalan secara baik dan mencapai kepuasan sesuai dengan harapan masyarakat, maka ada beberapa unsur manajemen pelayanan pendidikan yang penting dan harus diperhatikan oleh SLTPN yaitu visi kepala sekolah, budaya sekolah, kurikulum, dan sumber daya (sumber daya manusia, anggaran dan fasilitas). Hasil temuan di lapangan yaitu: a). Visi kepala sekolah tidak terbentuk secara baik karena belum dipahaminya hakekat visi dan bagaimana merumuskan visi; b). Budaya sekolah yang diciptakan dan dikembangkan oleh warga sekolah belumlah kondusif bagi pelayanan sekolah; c). Penerapan kurikulum hanya terfokus pada kurikulum sebagai mata pelajaran daripada kurikulum sebagai tujuan, kesempatan belajar yang terencana, maupun sebagai pengalaman; d). Sumber daya. Ketersediaan guru dan karyawan secara kuantitas dan kualitas masihlah kurang apalagi untuk daerah pedalaman. Anggaran yang disediakan belumlah mencukupi untuk membiayai kegiatan pelayanan pendidikan. Fasilitas yang disediakan belumlah memadai guna mendukung kegiatan pendidikan, selain itu masih sangat rendahnya keahlian memelihara fasilitas pendidikan menyebabkan banyaknya fasilitas yang rusak dan hilang. Rekomendasi yang ditawarkan agar pelayanan pendidikan SLTPN di era otonomi dapat berjalan dan mencapai hasil yang terbaik, maka perlu diadakan diklat atau sejenisnya kepada kepala sekolah tentang pengertian dan perumusan visi, warga sekolah harus mempunyai komitmen bersama untuk membangun budaya sekolah yang kondusif, penerapan kurikulum harus seimbang tidak hanya sebagai satuan mata pelajaran tetapi juga sebagai kesempatan belajar yang terencana, tujuan dan pengalaman, oleh karena itu, untuk memenuhi hal tersebut, maka perlu ditingkatkan jumlah dan kualitas guru dan karyawan, anggaran, dan fasilitas pendidikan.

The objective of district autonomy execution is to make better service done by district government to the peoples. In fact, after five years district autonomy execution, there is no sign to the better service. District government of Nabire, through the National Education Department have not optimally give education service in Junior High School level, so that the results are low quantity and quality of society education. Therefore of need management. The management to take care education service can move and to reach in efficient and effective, and can fulfilled expectantly of society as user education service. Therefore this study aims to give description about condition of education service in Junior High School level and identification and make recommendation to the District Government of Nabire about the management of education service in Junior High School level. This study used hermeneutic method, while data analyzed by qualitativedescriptive technique as the procedure to answer the main issues in this study. Dialectical theory used in this study in order to take care education service in Junior High School level and to be achieved the satisfaction results to fit with of society expectantly. So, there are necessary management elements should be interested and important by district government, that are, the headmaster of vision, cultural school, curriculum, and resources (human resources, finance, and facilities). The applications are: (a) Vision of the headmaster was not goodly performed because he had not know about the vision and how to formulate vision; (b) Cultural school provided and developed by peoples on the school was not conducive for the school service; (c) Application of curriculum was only focused on curriculum as the lesson than as the objective, or as experiences; (d) Resources. Preparation of teachers and officers have not enough both the quantity and the quality. The finance supplied have not enough to pay the education service. Facilities supplied have not enough to support the educational action. Otherwise, there is still low of skill in care of educational facilities that result in some facilities were destroyed and lost. The recommendation offered in order to the best educational service in Junior High School level, so that there is necessary performed training or courses to the headmasters about the understanding and formulation of the vision. They must have the integrated commitment to build a conducive school culture. The application of curriculum should be balanced, not only just a lesson, but as a learn opportunity planned, objectives and experiences. Therefore, the amount and quality of teachers and officers, finance, and educational facilities are necessary increased.

Kata Kunci : Pemerintah Daerah TKII, Manajemen Layanan Pendidikan, Management of education service in junior high school and execution service


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.