Sifat Pemesinan Kayu Jabon Putih (Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser) dengan Variasi Penampang Kayu yang Diberi Perlakuan Panas
DIFAA' RAAKAN DAARY, Ir. Vendy Eko Prasetyo, S.Hut., M.Sc., Ph.D.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
SIFAT PEMESINAN KAYU JABON PUTIH (Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser) DENGAN VARIASI PENAMPANG KAYU YANG DIBERI PERLAKUAN PANAS
Difaa’ Raakan Daary dan Vendy Eko Prasetyo
INTISARI
Jabon putih memiliki sebaran tempat tumbuh yang luas dan tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga diharapkan menjadi alternatif pengganti kayu jenis cepat tumbuh lainnya. Namun, jabon putih memiliki sifat inferior, maka perlu upaya peningkatan kualitas kayu dengan modifikasi panas. Pemotongan kayu di Indonesia rata-rata menggunakan metode lifesawing yang menghasilkan papan radial dan tangensial, dimana keduanya memiliki sifat kayu yang berbeda, yaitu sifat pemesinan, fisika, dan mekanika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi variasi penampang kayu dan suhu perlakuan panas terhadap sifat pemesinan, fisika, mekanika, dan warna kayu jabon putih.
Pada penelitian ini, digunakan metode rancangan acak lengkap (CRD) dan analisis varian (ANOVA) pada taraf uji 5%, serta uji lanjut HSD Tukey. Faktor penelitian yaitu variasi penampang kayu (papan radial dan tangensial) dan suhu perlakuan panas (Kontrol, 90°C, 120°C, dan 150°C) dengan menggunakan oven. Sampel uji diperoleh dari pohon yang berumur 12 tahun yang berasal dari KHDTK Wanagama. Uji sifat pemesinan mengikuti standar ASTM D-1666-64, meliputi pengetaman, penggergajian, pengeboran, pengamplasan, dan pembubutan. Uji sifat fisika dan mekanika, meliputi kadar air, berat jenis dan kekerasan kayu mengikuti British Standard 373-1957, dan uji warna kayu dengan sistem CIELAB.
Interaksi antara kedua faktor berpengaruh nyata terhadap kadar air. Faktor variasi penampang kayu berpengaruh nyata terhadap berat jenis, cacat pengamplasan dan pembubutan. Faktor suhu perlakuan panas berpengaruh nyata terhadap cacat pengetaman, penggergajian, pengamplasan, kadar air, kekerasan, dan perubahan warna. Persentase nilai bebas cacat permukaan uji pengetaman, penggergajian, pengeboran, pengamplasan, dan pembubutan masing-masing sebesar 95,88%, 63,65%, 71,39%, 98,13%, dan 79,24%. Berdasarkan nilai tersebut, maka sifat pemesinan kayu jabon putih termasuk kategori kelas I-II.
Kata kunci : Jabon putih, perlakuan panas, variasi penampang kayu, sifat pemesinan kayu
Kata Kunci : Kata kunci : Jabon putih, perlakuan panas, variasi penampang kayu, sifat pemesinan kayu / Keywords : White jabon, heat treatment, wood surface variations, wood machining properties