Rantai Pasok Bahan Baku Ekoklimak Untuk Cofiring Pada Pembangkit Listrik
Azhom Nabil Arila, Dr. Ir. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si., IPP.
2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Ekoklimak merupakan biopelet hasil penelitian Prodi Pengelolaan Hutan yang dapat digunakan pada cofiring sebagai EBT substitusi parsial batu bara. Untuk dapat mengetahui biopelet dapat sustainable atau tidak maka perlu dilakukan identifikasi rantai pasok atau supply chain pada setiap bahan baku yang digunakan. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah kayu kaliandra dan tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rantai pasok yang terbentuk dan menganalisis efisiensi pemasaran pada rantai pasok yang terbentuk. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara mendalam (in depth interview), observasi lapangan serta studi literatur sedangkan metode penentuan sampel adalah snowball sampling. Metode analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif dan analisis efisiensi pemasaran menggunakan hitungan margin pemasaran dan farmer’s share. Kayu kaliandra diambil dari dua lokasi yaitu Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, D.I. Yogyakarta dan Desa Dukun, Kec. Dukun. Kab. Magelang, Jawa tengah. Lokasi pengambilan tongkol jagung berada di Desa Maitan, Kec. Tambakromo, Kab. Pati. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa rantai pasok kayu kaliandra memperoleh dua saluran, saluran pertama dan kedua dinyatakan efisien karena hasil efisiensi pemasaran berada dibawah 50% sedangkan rantai pasok tongkol jagung tidak efisien karena berada diatas 50%. Faktor penentu rantai pasok efisien atau tidak efisien antara lain margin pemasaran pada rantai pasok dan farmer’s share. Rantai pasok yang dinyatakan tidak efisien memiliki margin pemasaran yang sangat besar atau diatas 50% sedangkan rantai pasok yang efisien memiliki margin pemasaran dibawah 50%.
Ekoklimak is a biopellet resulting from research by the Forest Management Study Program which can be used in cofiring as an EBT partial substitute for coal. . To find out whether biopellets are sustainable or not, it is necessary to identify the supply chain for each raw material used. The raw materials used in this research were calliandra wood and corn cobs. This research aims to determine the supply chain that is formed and analyze marketing efficiency in the supply chain that is formed. The research methods used for data collection were in-depth interviews, field observations and literature studies, while the sample determination method was snowball sampling. The analytical method used is descriptive analysis and marketing efficiency analysis using marketing margin calculations and farmer's share. Calliandra wood was taken from two locations, namely Keceme Hamlet, Gerbosari Village, Samigaluh Subdistrict, Kulon Progo Regency, D.I. Yogyakarta and Dukun Village, Dukun Subdistrict, Magelang Regency, Central Java. The location for collecting corn cobs is in Maitan Village, Tambakromo Subdistrict, Pati Regency. The results obtained state that the calliandra wood supply chain has two channels, the first and second channels are declared efficient because the marketing efficiency results are below 50%, while the corncob supply chain is inefficient because it is above 50%. Factors determining an efficient or inefficient supply chain include marketing margins in the supply chain and farmer's share. Supply chains that are declared inefficient have marketing margins that are very large or above 50%, while efficient supply chains have marketing margins below 50%.
Kata Kunci : Rantai Pasok, Efisiensi Pemasaran, Wawancara Mendalam