Kontribusi Pendapatan dan Kelayakan Usaha Tani Padi Organik di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang
DYAH PRADNA PARAMITHA WIJANARKO, Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc.; Anung Pranyoto, S.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U.
2024 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Pertanian padi organik memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Harga jual padi organik yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi konvensional diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha tani, pendapatan dan faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha tani, serta kontribusi pendapatan usaha tani padi organik terhadap pendapatan total keluarga petani di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Penelitian ini melibatkan 61 petani padi organik yang dipilih menggunakan metode purposive random sampling pada tahun 2022/2023. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis Ratio, Ratio, dan digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha tani. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha tani, sedangkan kontribusi pendapatan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani padi organik di Kecamatan Sawangan layak untuk diusahakan. Adapun faktor yang dapat meningkatkan pendapatan usaha tani padi organik adalah luas lahan dan harga jual gabah, sedangkan faktor yang dapat menurunkan pendapatan adalah biaya pupuk organik dan biaya tenaga kerja. Kontribusi pendapatan usaha tani padi organik terhadap pendapatan total rumah tangga petani padi organik di Kecamatan Sawangan sebesar 30,37% yang tergolong dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian petani mengandalkan usaha tani padi oganik sebagai sumber pendapatan utama, sedangkan sebagian lainnya memiliki sumber pendapatan lain di luar usaha tani padi organik.
Organic rice farming plays an important role in supporting food security and environmental sustainability in Indonesia. The higher selling price of organic rice compared to conventional rice is expected to increase farmers’ income and support the sustainability of farming businesses. This study aims to determine the feasibility of farming, income and factors affecting farm income, as well as the contribution of organic rice farming income to the total income of the farmer's family in Sawangan Sub-district, Magelang Regency. This study involved 61 organic rice farmers selected using purposive random sampling method in 2022/2023. The basic method used was descriptive method with Ratio, Ratio, and analysis used to determine the feasibility of farming. Multiple linear regression analysis was used to determine the factors affecting farm income, while the contribution of income was calculated as a percentage. The results showed that organic rice farming in Sawangan Sub-district is feasible. The factors that can increase organic rice farming income are land area and selling price of harvested rice, while the factors that can reduce income are organic fertilizer costs and labor costs. The contribution of organic rice farming income to the total household income of organic rice farmers in Sawangan Sub-district is 30,37% which is classified in the medium category. This indicates that some farmers rely on organic rice farming as their main source of income, while others have additional income sources outside of organic rice farming.
Kata Kunci : R/C Ratio, B/C Ratio, regresi linear berganda, rumah tangga petani