PENGUKURAN ALIRAN PERMUKAAN DAN SEDIMEN SUSPENSI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KARAKTERISTIK HUJAN PADA LAHAN AGROFORESTRI DI DAERAH TANGKAPAN AIR TAMANSARI
JOVIAN DITO RISSALDY, Dr.Agr.Sc. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
Daerah Tangkapan Air (DTA)
Tamansari merupakan bagian dari SubDAS Merawu yang terletak di DAS Serayu
bagian hulu yang merupakan salah satu DAS Kritis di Pulau Jawa. Penggunaan
lahan di DTA Tamansari didominasi agroforestri yakni memadukan komponen
kehutanan dengan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi tebal aliran permukaan dan sedimen suspensi serta mengetahui hubungan
keduanya dengan karakteristik hujan yakni tebal hujan, durasi hujan, intensitas
hujan, dan intensitas hujan maksimal dalam 30 menit di DTA Tamansari. Penelitian
ini dilakukan dari tanggal 1 Oktober 2023 – 31 April 2024 (212 hari). Data
tinggi muka air diambil menggunakan alat automatic water level recorder yang
diolah untuk menghasilkan debit aliran. Data karakteristik hujan diambil
menggunakan alat automatic rainfall recorder. Sedimen suspensi diambil menggunakan
seperangkat alat yang terpasang di SPAS yang terdiri dari rak suspended
sampler, botol 600 ml, selang, dan jaringan strimin. Data tebal aliran permukaan
dan sedimen suspensi dianalisis hubungannya dengan karakteristik hujan
menggunakan analisis korelasi dan dimodelkan dengan analisis regresi sederhana.
Terdapat 34 kejadian hujan terpilih yang diperoleh selama penelitian. Tebal
aliran permukaan yang teridentifikasi memiliki rata-rata 0,3 mm. Koefisien aliran
(C%) yang dihasilkan memiliki rata-rata 2,02%. Intensitas hujan maksimal dalam
30 menit (I30) memiliki hubungan paling kuat terhadap tebal aliran permukaan
dengan nilai koefisien korelasi 0,882. Selain itu, Intensitas hujan maksimal
dalam 30 menit (I30) juga memiliki hubungan paling kuat terhadap sedimen
suspensi dengan nilai koefisien korelasi 0,619. Massa sedimen suspensi total
yang teridentifikasi selama waktu penelitian sebesar 53,45 ton/ha.
Tamansari catchment area is part of
the Merawu sub-watershed located in the upper Serayu watershed, which is one of
the most critical watersheds in Java. Land use in Tamansari catchment is
dominated by agroforestry, which combines forestry components with agriculture.
The purpose of this study was to identify the thickness of direct run off and
suspended sediment and determine the relationship between the two with rain
characteristics, namely rain thickness, rain duration, rain intensity, and
maximum rain intensity in 30 minutes in Tamansari watershed. This research was
conducted from October 1, 2023 - April 31, 2024 (212 days). Water level data
was taken using an automatic water level recorder which was processed to
produce flow discharge. Data on rainfall characteristics were taken using an
automatic rainfall recorder. Suspended sediment was collected using a set of
tools installed at SPAS consisting of a suspended sampler rack, 600 ml bottle,
hose, and strimin network. Data on direct run off thickness and suspended sediment
were analyzed for their relationship with rainfall characteristics using correlation
analysis and modeled with simple regression analysis. There were 34 selected
rainfall events obtained during the study. The identified direct run off
thickness had an average of 0.3 mm. The resulting flow coefficient (C%) had an
average of 2.02%. The maximum rainfall intensity in 30 minutes (I30) has the
strongest relationship to the thickness of direct run off with a correlation
coefficient value of 0.882. In addition, the maximum rainfall intensity in 30
minutes (I30) also has the strongest relationship to suspended sediment with a
correlation coefficient value of 0.619. The total suspended sediment mass identified
during the study time was 53.45 tons/ha.
Kata Kunci : DTA Tamansari, agroforestri, tebal aliran permukaan, sedimen suspensi